By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: “Bersih Desa” Dihibur dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk di Desa Wakah
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » “Bersih Desa” Dihibur dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk di Desa Wakah
KABAR JATIM

“Bersih Desa” Dihibur dengan Wayang Kulit Semalam Suntuk di Desa Wakah

putri pena
Last updated: 2 Oktober 2018 3:29 am
putri pena
Published: 2 Oktober 2018
Share
SHARE

PRN NGAWI – Terletak didaerah dataran tinggi wilayah Kabupaten Ngawi dan obyek wisata air terjun disitulah keberadaan desa Wakah Kecamatan Ngambe Kabupaten Ngawi yang masih kental dengan budaya dan kebiasaan leluhur yang menjadi pedoman warga.

Sebagai wujut rasa syukur kepada Allah SWT, dan menghormati para leluhur dibulan Suro atau yang biasa disebut tahun baru Islam di tahun 2018 ini, berbagai acara ritual dan hiburan disajikan.

Hal ini sudah berlangsung setiap tahunnya karena menurut warga setempat dirinya tidak bisa meninggalkan nilai luhur dan ajaran leluhur tentang kehidupan sehari-hari untuk mengais rejeki, walaupun di era modern tetap saja budaya dan adat istiadat desa Wakah tetap terjaga. Ucap warga Wakah.

Senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Wakah Bambang, dirinya mengatakan bahwa kita adalah orang Jawa dan secara otomatis kita memiliki panutan dari leluhur kita yaitu Wali Songo terutama sunan Kali Jogo sebagai leluhur yang menyebarkan ajaran Islam kepada kita semua melalui budaya seperti halnya wayang kulit, Kepala Desa Juga menambahkan dari dasar itu dalam pagelaran wayang kulit ini mengandung makna sebagai tuntunan kita semua untuk menjalani kehidupan yang baik rejeki yang barokah selamat dunia dan akhirat. Papar Kepala Desa Wakah.

Pesan Sunan Kalijaga ini ditujukan kepada umat akhir zaman dengan sebelumnya menyebut tanda-tanda akhir zaman. Dan menyaran untuk melakukan pendekatan kepada Allah melalui perjalanan Rohani (suluk) mencari petunjuk & hidayah dari-Nya.

Yen pasar ilang kumandange,

Yen kali wis ilang kedunge,

Yen wong wadon wis ilang wirange,

Mlakuho topo lelono njajah deso milang kori,

Ojo nganti/ngasi bali yen durung bali patang sasi,

Golek wisik songko Sang Hyang Widhi.

Artinya

Yen pasar ilang kumandange,

Jika pasar sudah mulai hambar/hening. Maksudnya sudah tidak berlakunya tawar-menawar dalam urusan jual beli, ini kerana banyaknya pasar raya/pasar besar yang dibina. Dahulunya semua pasar memakai sistem tawar menawar (ijab qabul), sehingga suaranya kedengaran begitu keras dari jauh seperti suara lebah yang mendengung.

Ini bermakna tadinya adanya kehangatan dalam perhubungan sosial di kalangan masyarakat, tapi sekarang sudah hilang. Biarpun kita sering ke pasar raya/pasar besar ratusan kali, kita tidak saling kenal dengan pengunjung mahupun para pelayan dan juruwang di tempat itu.

Yen kali wis ilang kedunge,

Jika sungai sudah mulai dangkal sehinga hilanglah kedungnya. Jika sumber air sudah mulai kering. Maksudnya jika para alim ulama sumber ilmu sudah mulai wafat satu persatu, tanda ilmu mulai dicabut dari muka bumi. Sehingga orang tak berilmu menjadi pemimpin agama & dimintai fatwa. Maka ini adalah alamat bahawa dunia akan dikiamatkan oleh Allah S.W.T.

Ulama ditamsilkan seperti air yang menghidupkan hati manusia yang gelap tanpa cahaya hidayah.

Yen wong wadon wis ilang wirange,

Jika wanita sudah tidak mempunyai/memiliki rasa malu.

Mlakuho topo lelono njajah deso milang kori

Berjalanlah bertapa berkelana. Ertinya bermujahadah, susah payah dalam perjalanan rohani, spiritual (suluk), riyadlah atau perjalanan fi sabilillah.

Ojo nganti/ngasi bali yen durung bali patang sasi

Jangan pulang sebelum kembali 4 bulan/masa. Bermaksud penguasan atas

ilmu, iaitu ilmu syariat, ilmu tarekat, ilmu makrifat, dan ilmu hakikat.

Golek wisik songko sang Hyang Widhi

Mencari petunjuk, ilham, hidayah dan kefahaman rohani dari Dzat yang Maha Esa.

Pesan inilah yang sampai sekarang diingat oleh warga Wakah Ngawi dan dijalani untuk mencapai kesempurnaan hidup didunia dan akhirat. (sh07/beni).

You Might Also Like

Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Kota Batu
Ning Ita Berikan Motivasi pada 120 Guru SMPN 1 dan SMPN 3 Kota Mojokerto
Kembangkan Layanan Smart Hub Center Perumda Tirta Kanjuruhan dapat Penghargaan PERPAMSI PUSAT
Pakar Lingkungan UNAIR Ungkap Risiko Tersembunyi Fenomena Mbediding Bagi Kesehatan Manusia
Polresta Sidoarjo Santuni Anak Yatim di Desa Mojoruntut, Krembung
TAGGED:NgawiPesan Leluhur
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sinden Muda Lintang Kairo Mengapresiasi Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri Curi Perhatian Pengunjung CFD di Wates

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?