PRN MOJOKERTO – Musim kemarau yang berkepanjangan membuat beberapa desa diwilayah Kabupaten Mojokerto kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Menyikapi hal itu PCNU Kabupaten Mojokerto dibawah Ketua Kyai Haji Abdul Adzim Alawi bekerja sama dengan MWC Ngoro menyikapi keprihatinan kekurangan air ini dengan memberikan bantuan air bersih bagi warga Kunjorowesi Ngoro khususnya warga NU.
Dalam komentarnya Kyai Haji Abdul Adzim Alawi “NU harus selalu ada ditengah-tengah warganya dalam keadaan suka dan duka” tegas Ketua PCNU.
Ditempat terpisah Ketua PCNU Mojokerto memberikan keterangannya bahwa Air bersih merupakan kebutuhan esensial bagi setiap makhluk hidup. Hal ini dikarenaan air berperan peting dalam metabolisme setiap makhluk hidup. Jumlah air bersih yang ada semakin menipis, dugaan ini yang mengakibatkan terjadinya krisis air bersih. Krisis air di Indonesia menjadi ironi karena sebagai negara yang kaya akan sumber air, harusnya indonesia memiliki sumber air yang melimpah. Namun kenyataannya, setiap tahun ada saja daerah yang mengalami krisis air bersih.
Krisis air bersih bukan semata-mata kejadian karena fenoma alam, tapi ini terjadi karena ulah dan perbuatan tangan manusia itu sendiri, kurangnya rasa syukur menjadi faktor dan fokus utama dalam kehidupan, karena ketika manusia kurang bersyukur atas apa yang telah Allah beri kepada kita maka kita akan merasa kurang dan kurang. Dan hasilnya adalah manusia akan terus mencari sesuatu yang bisa membuat mereka merasa senang dan puas. Dan demi kesenangan sesaat, manusia pun rela menghalalkan segala cara hingga melanggar hukum syara’. Sehingga Allah murka dan mendatangkan musibah bagi manusia. Tujuannya adalah agar manusia mau berubah dan sadar dengan kesalahannya.
Dalam islam ada banyak solusi untuk mengentaskan masalah krisis air bersih hingga terselesaikan secara tuntas. Karena adanya kerja sama antara kepala negara dan seluruh anggota masyarakat, yaitu Negara bersama-sama masyarakat membangun, merehabilitasi, dan memelihara jaringan irigasi. Termasuk waduk-waduk, dengan kincir air dan mesin penggerak air di sejumlah titik yang dibutuhkan untuk masing-masing wilayah di seluruh dunia. Negara bersama-sama masyarakat juga membangun dan memelihara konservasi lahan dan air.
Krisis air bersih yang disebabkan oleh kekeringan yang terjadi saat sekarang ini bisa saja teguran, peringatan, atau bahkan azab dari Allah SWT agar kita senantiasa instropeksi dan muhasabah diri kita. Hal yang patut kita renungkan adalah firman Allah SWT. Yang artinya adalah sebagai berikut: “jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatanya.” (Q.S al-A’raf:96). Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari segala kejadian yang ada. (sh07).

