By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: LASKAR RSUD Dr. Iskak jadi Konsep Layanan Pre Hospital Penanganan Jantung Nasional
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » LASKAR RSUD Dr. Iskak jadi Konsep Layanan Pre Hospital Penanganan Jantung Nasional
BISNIS, EKONOMI

LASKAR RSUD Dr. Iskak jadi Konsep Layanan Pre Hospital Penanganan Jantung Nasional

Redaksi
Last updated: 20 Februari 2019 3:14 am
Redaksi
Published: 20 Februari 2019
Share
SHARE

PRN TULUNGAGUNG. Program layanan syndroma koronaria akut terintegrasi (LASKAR) RSUD Dr. Iskak Tulungagung menjadi obyek pembelajaran penanganan serangan jantung Kementerian Kesehatan. Program ini juga direkomendasikan kepada seluruh rumah sakit di Indonesia untuk diadopsi.

Tingginya acaman kematian akibat serangan jantung di Indonesia menjadi topik diskusi pencanangan program HeartBeats (HEBAT) di Jakarta. Senin (18/02/2019).

Layanan serangan jantung yang dimiliki RSUD Dr. Iskak dinilai paling ideal dengan mengintegrasikan semua unit rumah sakit dan pihak luar.

“IGD, anastesi, dan unit lain di rumah sakit itu punya kerajaan masing-masing. Tantangannya adalah menyatukan semuanya dalam sebuah sistem,” kata Dr. Evit Ruspiono, Sp.JP yang menjadi salah satu pembicara dalam forum itu.

Bersama Dr. Bobi Prabowo, Sp.EM, kedua dokter RSUD Dr. Iskak ini menjadi narasumber penyusunan program penanggulangan serangan jantung atau Sindrom Koroner Akut (SKA) yang digelar Astra Zeneca Indonesia (AZI) sebagai mitra Kementrian Kesehatan bekerjasama dengan ‘Center of Health Economics and Policy Science’ (CHEPS) Universitas Indonesia.

Dalam forum itu, Dr. Evit Ruspiono membeberkan kunci sukses penanganan serangan jantung di RSUD Dr. Iskak melalui program LASKAR. Program ini diawali dengan mengirimkan tenaga medis ke Malaysia untuk mempelajari manajemen kegawatdaruratan, dan mengadopsinya ke Tulungagung dengan membentuk Instalasi Gawat Darurat Modern (INSTAGRAM) di tahun 2011.

Tak cukup membenahi manajemen IGD, sejumlah dokter dan direksi RSUD Dr. Iskak membangun sistem penanganan kegawatdaruratan yang lebih luas melalui PSC (Public Service Centre). Melalui nomor panggilan tertentu, masyarakat bisa terhubung dengan operator PSC di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.

Tak hanya melibatkan petugas medis, PSC ini juga menggandeng kepolisian, dinas kesehatan, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Satpol PP. Sehingga dalam waktu cepat seluruh lembaga itu bisa merespon kebutuhan masyarakat dengan kendali rumah sakit. Keseluruhan sistem ini dikoordinir kepala daerah dan dikuatkan melalui peraturan daerah. Sehingga siapapun kepala daerahnya, sistem ini akan tetap berjalan sesuai fungsinya.

“Program ini bahkan lebih dulu kami bangun sebelum Kementerian Kesehatan meluncurkan program yang sama dengan skala nasional,” kata Dr. Evit Ruspiono.

Tak sekedar meningkatkan kecepatan tindakan medis, RSUD Dr. Iskak Tulungagung juga menjamin pembiayaan tindakan pengobatan jantung. Bahkan pemberian obat-obatan penghancur lemak darah atau terapi trombolitik dengan biaya Rp 10 juta bisa ditutup BPJS. Demikian pula pemasangan ring yang membutuhkan biaya Rp 40 – 60 juta.

Bagaimana jika pasien yang masuk tidak memiliki perlindungan BPJS? RSUD Dr. Iskak telah memiliki dana khusus untuk tetap melayani mereka secara gratis. Dengan demikian penanganan pasien serangan jantung lebih maksimal dan menekan resiko kematian akibat kendala biaya.

“Networking ini yang mahal. Goalnya adalah no delay, respon time pendek, sehingga tingkat mortalitasnya bisa ditekan,” pungkas Dr. Evit.

Pemaparan program LASKAR ini menuai apresiasi para peserta seminar, yang mayoritas adalah tenaga medis rumah sakit. Tak sedikit dari mereka yang berharap bisa mengadopsi sistem tersebut untuk menekan resiko kematian akibat serangan jantung yang menjadi pembunuh nomor satu.

Direktur Astra Zeneca Indonesia Rizwan Abudaeri menjelaskan serangan jantung  merupakan penyakit peringkat kedua penyebab kematian setelah stroke. Pemicunya adalah lemak berlebih, hipertensi, merokok, dan faktor keturunan. Melalui program “Hebat” ini diharapkan bisa menggeser peringkat penyakit jantung sebagai penyebab kematian.

Ketua CHEPS dari Universitas Indonesia, Prof. Budi Hidayat, SKM, MPPM, PhD menyebut problematika penyakit jantung terletak pada penanganan pre hospital.

“Pre hospital adalah bagaimana memperpendek waktu penanganan saat pasien mulai mengalami serangan jantung. Hal ini bisa mengubah paradigma  di dunia kesehatan kalau waktu adalah nyawa,” katanya.

Menurut laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, penyakit jantung koroner yang termasuk di dalamnya sindrom koroner akut (SKA) merupakan penyebab kematian paling banyak setelah stroke dan hipertensi.

Jantung koroner termasuk dalam 10 besar penyakit tidak menular terbanyak pada tahun 2018, yang mencapai 3.910 kasus. Diagnosis dini dan tatalaksana yang tepat dipercaya dapat menurunkan mortalitas SKA.

Budi Hidayat juga menekankan pentingnya fasilitas tombol darurat yang terkoneksi dengan pengiriman mobil ambulans dengan fasilitas penanganan SKA. Saat ini sistem tersebut telah dimiliki oleh RSUD Dr. Iskak Tulungagung.

“Ini bukan hanya tentang edukasi dan promosi kesehatan saja. Tapi tentang sistem pendukung yang ada dan intervensi yang lebih jauh lagi. Karena kita berbicara waktu detik per detik jika berkaitan dengan penyakit jantung,” katanya.

Sementara itu dr. Dafsah A. Juzar, Sp.JP(K) dari Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta berharap program LASKAR di Tulungagung bisa ditiru dan diaplikasikan di seluruh rumah sakit Indonesia. Menurut dia, kolaborasi semua unit di dalamnya sangat sempurna, mulai dari pemegang otoritas hingga petugas pelaksana.

“Saya pernah dua kali kunjungan di Tulungagung dan melihat secara langsung proses pasien jantung mendapat terapi. Kami mau banyak belajar dari LASKAR.” pungkasnya.(fitri/nurhadi)

You Might Also Like

Polres Tulungagung Merotasi Serah Terima Jabatan Dihalaman Polres Tulungagung
RA PERWANIDA Ngoro Menyambut Siswa Baru Ditengah Wabah Covid-19
Dialog Interaktif: Sosialisasi DBHCHT Kabupaten Sumenep Tahun 2021
Lagi lagi Bus Harapan Jaya Mengalami Kecelakan Maut di Wilayah Ngunut Tulungagung
RSUD SOGATEN KOTA MADIUN TAMBAH FASILITAS BARU
TAGGED:Fasilitas TombolTulungagung
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?