PRN Lhoknga – Lapas Lhoknga dalam rangka melakukan pembinaan kepribadian dibidang keagamaan dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT membentuk pesantren/dayah dengan nama Dayah At-Tawwabin. Kegiatan yang dilakukan di Mushola Lapas diikuti oleh petugas staf dan warga binaan Lhoknga. Selasa/24-09.
Diawali dengan acara Psiejuk terhadap warga binaan yang akan mengikuti kegiatan pesantren oleh Ustad Saqdah dari Dayah Nurul Iman yang diteruskan oleh kepala lhoknga dan kasubsi, setelah itu dilakukan penarikan selubung secara simbolis sebagai tanda sudah resmi terbentuk Dayah At-Tawwabin di Lapas Lhoknga

Kegiatan pesantren di Dayah At-Tawwabin ini nantinya melibatkan pengajar dari beberapa dayah yang berdomisili di dekat wilayah lhoknga dengan penunjukan tugas dari Dinas Dayah Kabupaten Aceh Besar.
“beberapa hari yang lalu kita sudah melakukan koordinasi dengan dinas dayah aceh besar di jantho tentang pembentukan dayah di dalam Lapas Lhoknga, yang nantinya untuk pengajarnya diambilkan dari beberapa dayah terdekat dengan menggunakan jadwal kegiatan sehingga kegiatan pesantren ini akan berjalan dengan semestinya,” ujar kepala lhoknga, Priyo Tri Laksono.
Priyo juga menambahkan kegiatan pesantren ini sementara tempatnya di Mushola Lapas Lhoknga, dan kedepannya kita rencana mau membangun tempat khusus untuk para santri tersebut, agar dalam kegiatan belajarnya lebih khusuk dan fokus, untuk kurikulum juga sudah koordinasi dengan dinas dayah aceh besar.
“nanti kita bagi dalam jadwal ada pembelajaran tajwib, pemahaman kitab dan pembelajaran khotbah/ceramah, sehingga diharapkan mereka para santri lapas ini bisa mendapatkan ilmu pengetahuan agama yang lebih baik lagi sebagai salah satu bekal bagi mereka apabila bebas kelak, dan bisa menggetok tularkan ilmu keagamaan tersebut ke dalam masyarakat nantinya, sehingga mereka bisa bermanfaat setelah keluar dari Lapas , bahkan bisa jadi ustad,” harap Priyo.
Dengan pembinaan keagamaan di Lapas berbasis pesantren ini akan memberikan motivasi kepada warga binaan untuk bisa berbuat baik, dan aktif dalam syiar agama, sehingga akan memberikan nuansa yang agamis yang nantinya akan memberikan situasi Lapas yang aman dan kondusif karena mereka memahami kesalahannya selama ini dan mau berubah dengan bertobat untuk menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. (red).

