PRN SUMENEP – PAC GP ANSOR KALIANGET dan Masyarakat Kalianget, mengelar NGAJI BARENG bersama GUS MIFTAH MAULANA HABIBURRAHMAN, guna membangun karakter Generasi Milenial dengan ASWAJA AN-NAHDLIYAH, yang di gelar di sebelah lapangan taman Merdeka PT Garam (Persero), kecamatan Kalianget, kabupaten Sumenep, Rabu malam 22/01/2020.
Kegiatan tersebut berjalan kondusif, aman dan tertib, yang dipadati oleh ribuan dihadiri dari masyarakat berbagai desa, khususnya yang ada di kecamatan Kalianget, dengan pencerama yang di sampaikan oleh Gus Miftah Maulana H, yang sangat menghibur masyarakat yang hadir pada malam itu.
Ngaji bareng yang digelar oleh PAC GP Ansor Kalianget, dihadiri langsung oleh Achmad Fauzi (wakil Bupati Sumenep), Para alim ulama, para kiai, tokoh masyarakat, ketua Ansor Sumenep beserta Pengurus, pejabat pemerintah lingkungan kabupaten Sumenep, Forum pimpinan kecamatan Kalianget, Kapolsek, Danramil, para pimpinan organisasi pemuda, organisasi kemasyarakatan dan segenap hadirin.

Dalam sambutan Achmad Fauzi diatas panggung, selalu tidak lepas ucapan rasa syukur atas kehadirat Allah SWT, yang mana atas Rahmat dan Hidayahnya yang telah di limpahkan kepada semua yang hadir pada malam itu,
“Bersama sama kita disini untuk bersilaturahmi dalam acara ngaji bareng Ansor bersama Gus Miftah Maulana, atas nama pemerintah kabupaten Sumenep mewakili Bupati Sumenep, menyampaikan terimakasih yang setinggi-tingginya dan sebesar-besarnya kepada Gus Miftah Maulana, yang mana telah memenuhi undangan pada malam ini untuk memberikan pencerahan sesuai ajaran agama Islam kepada kita semua dan gak lepas juga Ucapan terimakasih kepada para seluruh masyarakat yang hadir pada acara tersebut.” Ucap Achmad Fauzi.
Wakil Bupati Sumenep, menjelaskan bahwa Kabupaten Sumenep terdiri dari 27 wilayah kecamatan, 332 desa/kelurahan dengan luas wilayah keseluruhan mencapai -+ 2,093.47 km2 luasnya, harus kita syukuri, Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang derajatnya tidak kalah dengan bangsa-bangsa yang lain, Indonesia bagaikan surga yang pesonanya menawan dengan seribu kekayaan alam yang melimpah, ada satu kekayaan yang tidak dimiliki oleh Negara lain, yaitu keberagaman adalah indentitas maha besar bangsa Indonesia sejak dulu kala.
“Integritas Nasionalisme harus kita miliki berdasarkan konsep demokrasi dan toleransi yang merupakan perjuangan bangsa, Karena itu harus mampu mempertahankan eksistensi yang mampu mendorong kecepatan Sosial, Politik, dan kebudayaan serta mampu menunjukkan kualitas peran untuk bangsa ini.” Tutur Wabub.
Sebelum mengakhiri sambutannya Achmad Fauzi menyampaikan pesan kepada para hadirin bahwa, “Tak penting apapun suku dan agamamu, kalau kamu masih bisa melakukan sesuatu untuk semua orang, maka lakukanlah, sebab orang tidak pernah menanyakan tentang Agamanya.” Tutup nya.
(Deddy).

