PRN KEDIRI | Bermunculannya pahlawan baru dalam praktik usaha Stockpile Adan Adan kecamatan Gurah Kabupaten Kediri menggugah penggiat lembaga pemantau (LSM) dan media untuk kupas tuntas siapa dibelakang Stockpile Adan Adan yang ternyata tidak memiliki legalitas alias ‘bodong’ namun terkesan aman lancar.
Berdasarkan keluhan dan protes warga yang selama ini tidak berani bersuara, beberapa LSM dan Media di Kediri turun langsung ungkap usaha pencucian pasir atau Stockpile di Adan Adan.
Beberapa point’ keluhan warga antara lain debu yang pekat saat Stockpile melakukan aktivitas dan kebisingan mencapai 24 jam nonstop membuat istirahat warga sekitar terganggu juga dirasakan oleh warga debit air menurun diduga karena penyedotan air untuk mencuci pasir.
“Sebenarnya kami tau kalau Stockpile itu tidak ada ijinnya, tapi kami takut” Ungkap warga.
Sementara menurut Saiful Iskak dari LSM IJS dan Suwondo dari LSM Gerak merasa prihatin sekaligus geram terhadap ulah pengusaha Stockpile itu, pasalnya diketahui bahwa mereka sudah jalan satu tahun lebih namun hanya mementingkan isi perutnya sendiri dan sama sekali tidak menghiraukan dampak kepada lingkungan sekitar.
Ditambahkan oleh kedua LSM, tantangan besar untuk ungkap persoalan ini, apakah pihak desa, Satpol PP bahkan mungkin Kepolisian ada terlibat dalam melancarkan Stockpile Adan Adan ini ?, .. pasalnya sudah berjalan satu tahun lebih kok sama sekali tidak ada teguran atau penertiban.
Masih dalam keterangan anggota LSM, disadari apa tidak bahwa usaha ini sudah merugikan negara dari segi pajak, dan kami yakin pasir yang didatangkan juga dari hasil galian C tanpa ijin, otomatis semua berbahu pidana.
Ternyata statemen kedua LSM menguatkan hasil wawancara dengan Kepala desa Adan Adan yang menyatakan bahwa sejak berdirinya Stockpile didesanya tidak pernah meminta ijin, begitu juga saat awak media menanyakan ke dinas perijinan juga jawabannya Stockpile Adan Adan belum. mengantongi ijin.
Sedangkan sampai berita ini diturunkan pihak Satpol PP kabupaten selalu menghindar dari wartawan bahkan dikonfirmasi melalui seluler juga enggan merespon dan terkesan tutup mata tutup telinga. (dedy/bram)

