PRN NGANJUK |Nyadaran atau Sedekah Bumi adalah bentuk rasa syukur terhadap Tuhan yang maha esa atas rizki yang telah diberikan berupa sandang, pangan dan papan kepada masyarakat.
Tradisi Sedekah Bumi selalu dilaksakan oleh sebagaian masyarakat setiap tahun, karena sudah menjadi tradisi serta adat desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Desa dan Perangkat, Camat, Perwakilan dari Polsek, Koramil, BPD, LPM, Tokoh Masyarakat serta Warga Dusun Setanan Desa Losari.
Menurut Camat Gondang yang akrab dipanggil Bu Ida mengatakan, pandemi virus corona tidak membuat tradisi masyarakat Jawa yakni Nyadran menghilang. Tradisi Jawa ini pun tetap digelar walaupun dengan cara terbatas.
“Dalam kegaiatan itu menerapkan protokol kesehatan yang gunanya untuk mencegah dan memutus mata rantai Virus Corona. Selain itu, juga mematuhi imbauan dari pemerintah agar tidak melaksanakan kegiatan yang bersifat mengumpulkan orang dalam jumlah banyak,” katanya.
Masih ditempat yang sama, Mungin selaku Kepala Desa Losari mengungkapkan bahwa, acara nyadran di punden “R.SAID” itu dilakukan secara sederhana dan ala kadarnya. Karena menurutnya, acara tradisi sedekah bumi harus diadakan, meskipun masih di dalam pandemi.
“Sedekah bumi ini akan tetap dilaksanakan setiap tahun, dengan tujuan supaya tetap terjalin silaturrahim antar warga serta mempererat persatuan dan kesatuan warga,” pungkasnya.
Lanjut, dalam acara nyadran tahun ini dilakukan dengan cepat, untuk prosesi pembacaan doa dipimpin sesepuh dan pemuka agama Desa Losari.
“Ujub doanya ya biar anak cucunya dijauhkan dari mara bahaya, pagebluk (wabah), dan tanah yang ditinggali selalu subur makmur,” tambahnya. (tobing)

