PRN KEDIRI | Warga Desa Klampitan Kecamtan Purwoasri dibuat heboh, Rabu (22/07) atas ditemukan Katimen (60) warga desa setempat ditemukan telah tak bernyawa berada di sawah. Menjadikan warga panik, tim medis dari Puskemas Sumberejo menolak melakukan evakuasi jenasah dan justru meminta menghubungi Klinik Surya Melati. Merasa mendapat pelayanan medis tidak baik, akhirnya jenasah dibawa pihak keluarga pulang kemudian langsung dimakamkan.
Berawal dari laporan warga bahwa terdapat warga yang meninggal di sawah, Kepala Desa Klampitan Johansyah kemudian meminta lapor ke bidan desa dan Puskesmas Sumberejo sesuai wilayah kerjanya. Namun jawaban yang diterima justru, diminta ke klinik swasta dan ini menjadikan warga sempat emosi. Karena tim medis tak kunjung datang sementara jenasah mulai banyak dihinggapi lalat, akhirnya dibawa pulang oleh pihak keluarga.
“Kami tegaskan pihak desa bersama masyarakat dan keluarga sebenarnya telah berusaha menerapkan protokol kesehatan. Melaporkan kejadian ini ke bidan desa dan Puskesmas Sumberejo untuk segera ditangani. Malah disuruh ke Klinik Surya Melati untuk pinjam ambulance. Tentu saja pihak keluarga tidak terima, karena bila pinjam klinik berarti harus membayar apalagi mereka warga kurang mampu,” tegas Johansyah.
Johamsyah pun berusaha meredam kepanikan warga namun akhirnya jenasah dimandikan dan kemudian dimakamkan. “Kami tidak bisa menyalahkan warga dan pihak keluarga, bila kemudian almarhum terkonfirmasi Covid. Yang kami kuatirkan, jumlah pasien Corona di desa sebelah kami sangat banyak. Makanya kami minta tim Dinas Kesehatan agar turun untuk melakukan tracing. Harapannya tidak ada yang reaktif atau terjangkit virus,” ungkap Kades Klampitan.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bambang Triono saat dikonfirmasi terkait masalah ini, meminta waktu untuk berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Sumberejo dan bidan desa. “Kami mohon waktu, nanti kami kabari hasilnya,” terangnya. Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono S.I.K langsung memberikan respon cepat dengan memerintahkan Kapolsek Purwoasri beserta anggota untuk mengecek kebenaran kejadian ini.
(B.susilo,Agung)

