PRN BOJONEGORO| Tim Bursol (Buru Solar) yang terdiri dari LPK-YAPERMA (Lembaga Perlindungan Konsumen – Yayasan Amanat Perjuangan Rakyat Malang) dan Penarakyatnews kembali menemukan adanya dugaan membantu praktik penimbunan BBM ( Bahan Bakar Minyak ) Jenis Solar yang dilakukan oknum SPBU Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ) di wilayah Padangan Bojonegoro dengan nomor 54.621.XX pada, Kamis 01/07/2021.
Temuan itu terjadi sekitar pukul 19:30 WIB ketika tim bursol merasa janggal masih adanya aktifitas dugaan praktik membantu penimbunan solar yang dilakukan oleh oknun SPBU. Namun sungguh disayangkan ketika tim bursol hendak memintai keterangan beberapa orang yang membawa sekitar 6 jurigen per orang itu malah kabur melarikan diri.
Sementara itu Koordinator Operaror SPBU Bowo menyampaikan kepada wartawan PRN bahwa SPBU di wilayah padangan ini memang mengakui bahwa orang itu merupakan orang suruhan Genter, yang kurang lebih sekitar 4 sampai 5 orang yang masing masing membawa 6 jurigen plastik per orang, dan biasanya mereka datang ke SPBU ketika Over Shift atau pergantian shift.
” Ada sekita 4 sampai 5 orang, itu anak buahnya Genter, untuk satu orangnya bisa membawa 6 jurigen, di SPBU ini kan ada 3 shift dan biasanya pengambilannya setelah pergantian shift, ” ujar pria yg biasa di juluki Mandor itu.
Masih keterangan Bowo mengungkapkan bahwa Pihak APH ( Aparat Penegak Hukum ) baik dari Polsek ( Polisi Sektor ) Padangan maupun Polres ( Polisi Resort ) Bojojonegoro tidak pernah melakukan pemeriksaan terkait dugaan penimbunan ini.
” Kalau dari pihak polisi sendiri jarang kesini apalagi menanyai masalah solar ini, paling ya sesekali dari Polsek kesini untuk ngisi bensin, ” pungkasnya.
Selanjutnya dari keterangan Bowo tersebut tim Bursol mencoba mencari informasi ke Kantor Polsek Padangan terkait temuan tersebut, setelah Amin selaku koordinator dari LPK-YAPERMA menceritakan kronologi kejadian kepada pihak Polsek, pihak Polsek memberikan nomor telepon dan Amin segera menghubungi kepala unit resort kriminal polsek Padangan via telepon untuk mendapat arahan lebih lanjut.
” Saya tadi sudah telpon dengan Kanit Polsek Padangan, bukan membantu kami terkait temuan ini malah disuruh menghubungi Kanit 1 Polres Bojonegoro, kenapa malah jadi saling lempar seperti ini?” Ujar Amin kepada wartawan PRN.
Amin juga menambahkan terkait dugaan adanya oknum dari APH yang ikut terlibat sehingga malah terkesan berbelit dan melindungi para pemain ini. (Rengga/Tim)

