PRN MADIUN | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka HUT Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Rapat yang digelar Senin,16/8/2021 beralangsung di ruang rapat paripurna DPRD Kota Madiun.Rapat Paripurna dihadiri oleh Walikota Madiun,Wakil Walikota Madiun,Forkopimda, anggota DPRD Kota Madiun.

Walikota Madiun Maidi mengatakan yang disampaikan oleh pak Presiden bahwa skala prioritas memang kesehatan adalah yang utama Covid-19 selesainya kapan kita juga tidak tahu yang jelas masyarakat harus sehat,dana kesehatan untuk masyarakat kita dahulukan dan peningkatan Sumber Daya Manusia juga kita perhatikan.
Program yang dijalankan Pemerintah Kota sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yakni rem Covid-19 dan gas ekonomi.Bahkan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2021 pun Pemerintah Kota telah menganggarkan dana puluhan milyar rupiah untuk penanganan Covid-19,baik dari sisi kesehatan,ekonomi,sosial hingga pendidikan.
Selain kesehatan ekonomi dan iklim investasi juga menjadi perhatian presiden karena ini berkaitan juga dengan angka kemiskinan dan pengangguran,terang Maidi.
Investasi masih cukup baik di Kota Madiun buktinya sejumlah gerai kuliner silih berganti buka di Kota Madiun.Walikota Madiun Maidi menyebut ada juga yang masih proses namun sudah dapat dipastikan mereka akan hadir di Kota Madiun,setidaknya ada sekitar lima kuliner besar yang akan hadir.Semrntara itu ada rumah sakit mata dan rumah sakit anak yang juga bersiap di Kota Madiun.
Kota Madiun dikelilingi enam kabupaten,apa yang belum ada investor hadir untuk melengkapi,kira kira apa yang belum ada mereka hadir untuk melengkapi fasilitas yang ada di Kota Madiun,jelas Walikota Madiun Maidi.
Tidak hanya membahas masalah Covid-19 kepala negara dalam pidatonya juga menyinggung terkait pertumbuhan ekonomi 2022 yang ditargetkan mampu menembus 5,0% hingga 5,5%,tingkat pertumbuhan ekonomi ini juga menggambarkan proyeksi pemulihan yang cukup kuat didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural.
Sementara Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra menyampaikan masalah Covid-19 ini memang belum tentu bisa selesai di Tahun 2021 dan 2022 tapi Pak Presiden optimis tetap bisa menyelesaikan pandemi secepatnya,walaupun terjadi defisit anggaran sangat besar di tingkat nasional mudah mudahan tidak berpengaruh di daerah yang sebagian besar banyak yang mandiri,prioritasnya ya JPS,pemulihan ekonomi,penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi.
Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Madiun Tahun 2019-2024 yang disusun beberapa waktu lalu sudah diselaraskan dan disesuaikan dengan RPJMN dan RPJMD Provinsi,perubahan itu dilakukan karena ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyesuaian akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,jelas Andi Raya. (ADV/TONI)

