PRN SUMENEP| Ketidak adilan nampak jelas pada masyarakat kecil. Warga Sumenep yang antri untuk membeli roti murah di salah satu tokoh di Sumenep, dibubarkan paksa oleh petugas Kepolisian Polres Sumenep karena menimbulkan kerumunan.
Sedangkan di tempat lain, banyak kerumunan terjadi yang diakibatkan tontonan hiburan masyarakat di acara resepsi pernikahan yang nampak jelas melanggar prokes Covid-19 seperti Tayuban, Orkes dangdut, Lodrok, berjalan lancar tanpa ada teguran dan pembubaran dari petugas, meskipun pihak petugas tau adanya kegiatan hiburan tersebut.
Link Chanel YouTube: https://youtu.be/znRubsRbeXw
Dengan adanya tayangan video di channel YouTube tvOneNews, tentang pembubaran kerumunan orang oleh petugas Kepolisian di depan toko roti di pusat kota Sumenep lantaran antri untuk membeli roti murah, yang dituding tidak memiliki izin dari Kepolisian dan satgas Covid 19, serta penyelenggara dituding tidak mematuhi prokes, yang di tonton 8,5rb 2 hari yang lalu mendapat komentar pedas dari netizen, yang diantaranya;
Rizky Maulana, “Kalau minyak goreng murah pasti lebih parah kerumunannya. Selamat bersenang hati buat yang lagi asyik mainin rakyat kecil”,
Rusli Aqi Joi “Polisi takut tak dapat jatah roti 😁canda😁”,
GRFS Dsgn, “ada ada saja…, Kemarin ada kerumunan parah tanpa Prokes, yang pakai orange hitam diam saja…”,
Surki Bambang, “Kemarin demontrasi pemuda Pancasila begitu besar tidak dibubarkan, rusuh dulu baru dibubarkan hadueh hukum harus adil”,
Hanafi Salamprint, “Kerumunan demo di depan DPR enggak apa-apa, kasihan orang dagang sedang rame-ramenya malah dibubarkan”,
Delfa Kapriadi, “Di sirkuit Mandalika itu tidak dibubarin kerumunan pada nonton motor balap, dasar dzolim rakyat pada kelaparan malah di bubarin”,
Rudi Muhammad, “Kopet lagi kopet lagi…, hari gini masih aja bicara kopet…! yang di bubarin cuma kerumunan orang yang lapar, kalau kerumunan orang kaya mah santuy..!”,
Pernah nakal, “Tu kerumunan masih segitu dah di bubarkan, coba lihat di Jl. Tunjungan Surabaya Pemkot Surabaya malah adain event”,
Adanya tayangan berita di sebuah YouTube tvOneNews, awak media melakukan konfirmasi kepada pihak menajemen pemilik toko roti, bahwa bertepatan pada anniversary ingin berbagi cinta kepada masyarakat Sumenep khususnya kepada pembeli dengan menjual harga roti murah sekitar 70% dari harga sebelumnya. Tapi tanpa terpikirkan oleh pihak penjual, promo tersebut yang bertujuan untuk berbagi menyedot para pembeli berdatangan hingga terjadi antrian yang menimbulkan kerumunan kecil, Sabtu 27/11/2021.
“Di anniversary itu, tujuan kami hanya ingin berbagi kepada masyarakat Sumenep khususnya konsumen dengan harga jual roti lebih murah, bukan cuma hanya mencari untung saja, sekali kali-kali kita beramal kepada konsumen dengan cara memberikan harga promo di anniversary ini,” ucapnya dengan ramah, Senin 29/11/2021.
Menyinggung tentang berita yang ditayangkan oleh TVONE melalui tayangan di YouTube sangat disesalkan oleh pihak manajemen UMKM roti tersebut, karena tidak ada konfirmasi terlebih dahulu. Yang terlihat hanya menyoroti kerumunannya saja saat dibubarkan oleh petugas, tapi tidak menjabarkan bahwa toko roti tersebut sudah menyediakan tempat cuci tangan, himbauan menggunakan masker dan jaga jarak sesuai prokes Covid-19.
“Kami menyesalkan pemberitaan dari TVONE tersebut, yang katanya tidak melakukan prokes oleh pihak pelaksana, tidak ada konfirmasi kepada pihak menajemen. Justru ditempat kami sudah melakukan prokes Covid-19 yang sangat ketat khususnya kepada karyawan kami dan semua persyaratan prokes sudah di lakukan, tapi namanya orang yang antri susah untuk diatur, sehingga tanpa kami duga antrian tersebut menimbulkan kerumunan,” tutur pihak pemilik UMKM tersebut.
Pihak manajemen berharap kepada pihak media, seharusnya pihak UMKM ini harus dibantu agar bisa berkembang bukan malah dijatuhkan. Sesuai yang diprogramkan oleh Pemerintah pusat saat ini galak-galak nya berupaya membuat para UMKM GO INTERNASIONAL
Selain itu, dengan adanya petugas Kepolisian yang membubarkan kerumunan tersebut dari sisi positifnya, pihak penjual roti menyampaikan rasa terima kasih telah dibantu untuk menertibkan para pembeli, karena sebelumnya pihak toko merasa kewalahan mengatur warga yang banyak antri tersebut untuk membeli roti. Tapi masyarakat yang ingin membeli roti dengan harga murah tersebut hanya memiliki kesempatan di hari anniversary saja.
Sampai pemberitaan ini tayang pihak Polsek Kota Sumenep belum ada tanggapan, sedangkan awak media sudah melakukan konfirmasi melalui chat WhatsApp dengan Kapolsek untuk melakukan wawancara dan meminta tanggapannya terkait pembubaran tersebut.
(ERFANDI)

