By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Kreatif! Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Digelar di 24 Kota di 16 Provinsi
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Kreatif! Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Digelar di 24 Kota di 16 Provinsi
HIBURAN, SENI & BUDAYAKABAR JATIM

Kreatif! Festival Gandrung Sewu Banyuwangi Digelar di 24 Kota di 16 Provinsi

Redaksi
Last updated: 28 Desember 2021 8:27 pm
Redaksi
Published: 28 Desember 2021
Share
SHARE

PRN Banyuwangi | Setelah vakum pada tahun lalu karena pandemi Covid-19, pagelaran Festival Gandrung Sewu Banyuwangi kembali dihelat pada tahun ini. Sebelum pandemi, festival yang masuk jajaran salah satu event wisata terbaik nasional versi Kemenparekraf ini dipusatkan di Banyuwangi dengan melibatkan lebih dari seribu penari Gandrung. Kini, ajang tersebut digelar di 24 kota di 16 provinsi yang menyajikan Tari Gandrung di ikon-ikon kota masing-masing, bahkan termasuk di Hong Kong. Tajuknya pun menjadi “Gandrung Sewu Nusantara”.

Festival ini melibatkan Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) yang ada di penjuru Nusantara dan Hong Kong. Di antaranya adalah Batam, Jakarta, Lampung, Jayapura, Surabaya, Pekanbaru, Samarinda, Tarakan, Bontang, Kupang, Mamuju dan sejumlah daerah lainnya. Mereka menari Gandrung di tempat-tempat publik yang menjadi ikon tempat perantauan mereka. Seperti di halaman kantor bupati, alun-alun sampai di pinggir jalan tempat ikon suatu kota berada.

Seperti Jakarta menari di kawasan Tugu Monas. Penari gandrung Jember menari di halaman kantor Bupati Jember. Palembang menari dengan latar belakang Jembatan Ampera. Tari Gandrung sendiri adalah tarian khas Banyuwangi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak-Benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dengan gerakan yang seragam mengikuti irama musik Osing, seakan membawa penonton mengobati rindu pertunjukan Gandrung Sewu yang telah menjadi ikon Banyuwangi.

Festival Gandrung Sewu Nusantara ini dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Krearif, Sandiaga Solahudin Uno. “Banyuwangi selalu memiliki ide kreatif baru. Selamat untuk Banyuwangi,” kata Sandiaga saat membuka pagelaran yang difokuskan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Selasa (28/12/2021).

Pagelaran kali ini, menurut Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, tidak sekadar menyajikan hiburan. Namun, juga menjadi ajang konsolidasi budaya dan sosial bagi seluruh rakyat Banyuwangi di mana pun berada.

“Saya sangat terharu dengan penyelenggaraan ini. Melibatkan banyak sekali warga Banyuwangi, baik yang ada di Banyuwangi, maupun yang ada di perantauan. Ini adalah ajang konsolidasi bagi kita semua. Tidak hanya konsolidasi budaya, tapi juga konsolidasi sosial sekaligus,” ungkap Ipuk.

Dari keterlibatan warga Banyuwangi di berbagai belahan Nusantara itu, imbuh Ipuk, menjadi simbolisasi sinergitas dan gotong royong yang kuat. “Ini bukan semata Tari Gandrung. Tapi, ini adalah modal sosial. Ini mengeratkan kembali spirit gotong royong. Sehingga saya yakin ini akan menjadi spirit baru bagi kita semua untuk dapat menyelesaikan berbagai tantangan daerah,” harap Ipuk.

Event Gandrung Sewu yang digelar sejak 2012 itu, memang telah menjadi ikon dari rangkaian Banyuwangi Festival yang rutin dihelat setiap tahun. Tak hanya pagelarannya yang dikemas secara kolosal dan apik, namun juga Gandrung sendiri telah menjadi maskot dari budaya dan pariwisata Banyuwangi.

“Kami berharap, tahun depan pandemi Covid-19 telah berakhir, sehingga kita bisa kembali menggelarnya secara langsung. Namun, juga belum usai, kita akan terus berusaha menyajikan virtual show yang lebih spektakuler lagi,” terang Ipuk.

“Para penarinya adalah anak-anak Banyuwangi yang merantau di sana. Mereka telah biasa menari karena di tempat merantaunya itu, mereka juga menghidupi beragam kesenian asli Banyuwangi, termasuk juga tari gandrung,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi Muhammad Yanuar Bramuda.

Mereka menari dengan luesnya tari gandrung yang telah menjadi pakem selama ini. Lengkap dengan seragam dan musik pengiringnya. “Penampilan mereka disyuting lantas ditampilkan pada Gandrung Sewu Nusantara ini. Karena sudah terbiasa, jadi tak perlu waktu lama untuk melatihnya,” imbuh Bramuda.

Kegiatan ini pun mendapat sambutan hangat dari Ikawangi yang terlibat. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Ketua Ikawangi Bontang Sukmo Raharjo. “Ini sungguh sangat spektakuler. Melibatkan seluruh warga Banyuwangi di daerah lain, khususnya para pelaku seni,” ungkapnya.

Sukmo juga mengharap dengan adanya event seperti ini, akan menggugah kecintaan teman-temannya para perantau di berbagai daerah untuk turut serta membantu mempromosikan budaya daerah di tempatnya merantau. ” Semoga kedepannya nanti ada duta-duta kesenian di masing-masing daerah,” harapnya. (*)

Solikin.

You Might Also Like

Umat Hindu Kecamatan Purwoharjo ,Gelar Banyuwangi Indonesia Festival 2018.
Bupati Kediri Bermalam di Rumah Warga Untuk Jaring Persoalan Masyarakat
Destinasi Taman Tirta Wisata Dapat Perhatian Penuh Sekda Kabupaten Jombang
Bendungan Tugu Trenggalek dan Gongseng Bojonegoro diresmikan Presiden Jokowi, Gubernur Khofifah Optimistis Produktivitas Pertanian Jatim Terdongkrak
Sebanyak 250 Janda Veteran Dapatkan Santunan Dari Pemkab Sidoarjo Pada PHI Ke-93
TAGGED:BanyuwangiFestival Tari Gandrung
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sinden Muda Lintang Kairo Mengapresiasi Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri Curi Perhatian Pengunjung CFD di Wates

Redaksi
By Redaksi
30 September 2026
PT. PRADHA KARYA PERKASA Sampaikan Hak Jawab Melalui Anggota TNI Terkait Pemberitaan Dugaan Limbah di Karangdiyeng
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?