PRN Malang | Aktif di kegiatan sosial, wanita kelahiran asli Kota Malang bernama Claudia Mey, adalah seorang pegiat sosial yang selalu menebar kebaikan dalam beberapa hal, mulai pendidikan, pertanian hingga pendampingan hukum.
Ditemui di kediamaannya di kawasan Villa Puncak Tidar Kota Malang, wanita yang akrab disapa Bu Mey itu ingin berbagi pengalaman dalam kegiatan yang sudah dilakukannya di beberapa daerah termasuk di wilayah Malang Raya.
Bersama komunitas Relawan Barisan Moeldoko Bersama Rakyat, Bu Mey hingga saat ini, ia terus aktif dalam kegiatan sosial dalam membantu masyarakat yang mempunyai permasalahan dalam bentuk apapun. Seperti masalah di pendidikan maupun bidang pertanian.
Bu Mey beberapa waktu lalu, ia bersama Barisan Moeldoko Bersama Rakyat aktif memberikan bantuan pendidikan berupa alat tulis untuk anak-anak dan bantuan sembako di ponpes Sunan Kalijogo Malang.
“Di bulan lalu, kita juga kunjungan ke petani di desa Pucangsongo dan bantu jual panen sayur, juga membagi alat tulis di desa Sekarputih dan Jabung, serta mengunjungi anak autis di desa”, ungkap Mey.
Dikatakan Bu Mey, meski baru lima bulan bergabung dalam Relawan Barisan Moeldoko Bersama Rakyat, Bu Mey cukup aktif dengan beberapa kelompok tani dan pegiat tani.
Dan itu terbukti, ia yang di percaya sebagai Ketua Umum Relawan ‘Moeldoko Bersama Rakyat’ yang sudah membuka posko di lima kota besar yaitu Makassar, Manado, Jakarta, Malang dan Jogjakarta.
“Saat ini saya sangat concern terhadap petani. Mulai dari bibit unggul padi dan jagung, pupuk, asuransi tani, apotek tani, hingga dokter tani dan lain-lain. Dan mari kita bersama – sama sejahterakan petani Indonesia,” ajak Bu Mey.
“Saat ini saya diajak Pak Moeldoko untuk membantu masyarakat di bidang pertanian”, ucapnya.
“Namun perlu saya tegaskan, kegiatan saya ini tidak ada urusan dengan politik”, tegas Bu Mey.
Bersama komunitasnya, pada bulan Desember 2021, mereka juga mengadakan seminar tani dengan pembicara dari PT SBE Jakarta yang merupakan perusahaan bibit milik Jenderal Moeldoko. Peserta yang datang dari petani dan pengusaha pupuk dari berbagai Kota.
Dijelaskan Bu Mey, bahwa dukungan nyata untuk petani dari Moeldoko adalah dengan menyediakan bibit unggul dengan harga terjangkau.
“Bibit padi dan jagung yang sudah terbukti di beberapa daerah, memberikan hasil maksimal. Bibit unggul tersebut diberi merek M-Tani”, jelasnya.
Bu Mey mengajak masyarakat khususnya generasi muda untuk kembali ke tani, ia khawatir dengan para petani saat ini yang sudah tua, tidak ada proses regenerasi.
“Kita mengajak anak-anak untuk bertani. Dengan adanya produk unggul dari Pak Moeldoko ini, pertanian bisa jadi bisnis yang menarik” ucapnya.
Selain itu, dalam cita-citanya khususnya untuk warga Malang Raya, ia berencana dan ingin mendirikan rumah asuh untuk anak-anak disabilitas/autis yang tidak mampu.
“Nanti kami akan bangun untuk rumah asuh disabilitas beserta psikolog, therapist”, katanya.
Dan saat ini Ibu Mey sedang mencari rekan-rekan yang mempunyai passion yang sama untuk melanjutkan dan mewujudkan proyek mulia ini.

Wanita alumni Unmer ini juga memberikan semangat bahwa memberi itu tidak harus menunggu kaya. “Saya bukan orang kaya, tapi saya bersyukur selama ini bisa menjadi saluran bagi orang lain yang membutuhkan dengan mencarikan donasi”.
Dan ia berharap di Kota Malang ini khususnya, ada orang-orang yang terbeban dan mau bersama kami untuk proyek mulia ini. Dan rencananya akan buka di 34 provinsi.
“Kami membuka kesempatan untuk para filanthropis dan siapapun, mari bersama kita membangun negeri dengan mencerdaskan anak Indonesia melalui program pendidikan dan kesehatan untuk anak disabilitas”, pungkasnya. (Ila)

