PRN MOJOKERTO| UD. Puri Pangan Sejati dilaporkan Ketua Lembaga Kajian Hukum (LKH) BARRACUDA Hadi Purwanto, S.T., S.H. ke Polres Mojokerto. Pelaporan terkait dugaan pencemaran limbah cair. Terkait konfirmasi berita ini, pihak perusahaan melalui oknum TNI yang mengaku bernama Mukid menyampaikan statemen yang mengejutkan.
Perusahaan yang bergerak di bidang rumah potong dan pengolahan ayam ini patut mendapat perhatian dan sorotan. Beralamatkan di Jalan Raya Medali 28X Desa Balongmojo Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto, diduga membuang limbah cair langsung ke aliran sungai di belakang perusahaan dan selokan depan perusahaan.

Kepada awak media, Hadi, pelapor menyampaikan bahwa lembaganya telah mengambil sample air dan melakukan uji laboratorium di DLH Provinsi Jawa Timur.
“Jadi saya telah meneliti sebanyak 2 kali. Yang pertama tanggal 10 Desember 2018 dan 22 Januari 2022. Dimana dalam hasil pengujian laboratorium DLH Provinsi Jawa Timur menunjukkan kualitas limbah cair UD. Puri Pangan Sejati tidak memenuhi Baku Mutu Limbah Cair berdasarkan Pergub 72 Tahun 2013. Jadi sudah layak dipertanggungjawabkan. Persoalannya tinggal Polres Mojokerto mau menindaklanjuti atau tidak,” ujarnya, Rabu (16/3/2022).

Kekawatiran Hadi tampaknya cukup beralasan. Pasalnya ketika PRN mencoba melakukan konfirmasi ke pihak perusahaan, upaya mendapatkan hak jawab terhenti di pos penjagaan keamanan. Haris, Satpam UD. Puri Pangan Sejati, seketika menghubungi seseorang yang bernama Mukid.
Dari keterangan Haris, belakangan diketahui bahwa Mukid adalah anggota TNI AD. Haris juga sempat menyampaikan bahwa perusahaan tempatnya bekerja juga berkaitan dengan jendral-jendral berbintang.
Dengan sedikit gemetar, awak media yang pada saat itu tak lain adalah pimpinan redaksi PRN, menerima seluler Haris yang sudah terhubung dengan Mukid oknum TNI. Dengan menyampaikan maksud kedatangan untuk mengkonfirmasi terkait permasalahan limbah yang dilaporkan, Mukid menyampaikan statemen yang mengejutkan.
“itu bukan kewenagan sampean,” kata Mukid, oknum yang diduga anggota TNI.
Sampai berita ini ditayangkan, pihak perusahaan masih enggan memberikan komentar secara langsung. (Aji)

