PRN Ngawi | Tembakau merupakan tanaman yang diambil daunya sebagai bahan pembuatan rokok.Tembakau sendiri bisa dipercaya mengobati penyakit, seperti encok, kejang, Nyeri, sembelit, penawar racun dari gigitan serangga maupun reptil, serta sebagai stimulan pernafasan. Sehingga tembakau banyak dicari dan dibutuhkan seseorang maupun investor. Tembakau punya daya saing yang tinggi dalam memberikan kontribusi bagus pada perekonomian Nasional.
Pendapatan Negara yang terbesar juga dari cukai tembakau. Pabrik rokok juga menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Maka petani tembakau yang berada di wilayah atas, sangat perlu adanya pelatihan budidaya tembakau, seperti di daerah Desa Karanggupito Kecamatan Kendal Kabupaten Ngawi. Selain materi budidaya tembakau juga ada materi penguatan kelembagaan.
“Tujuan diadakan pelatihan budidaya tembakau ini, agar setiap pengurus maupun anggota kelompok dapat memaknai tugas dan fungsinya, dalam organisasi serta meningkatkan luas tanam tembakau guna meningkatkan produksinya, pendapatan nya dan kesejahteraan petani tembakau di lereng gunung lawu. Kami dari Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, mengambil narasumber yang sudah mumpuni di bidang ini yaitu Ketua APTi ( Asosiasi Petani Tembakau Indonesia ) Ngawi SOJO dari Karangjati, bersama MUJIONO dari Kecamatan Paron. Sasaran budidaya tanaman tembakau tahun 2022, dilaksanakan di lereng gunung lawu yang hawanya sejuk dan dingin,” Ujar Hastanina Harimurti Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi.
Sojo beserta Mujiono Narasumber juga menambahkan “Tembakau yang ditanam di daerah atas seperti di Kecamatan Kendal, Sine, Ngrambe dan jogorogo, berbeda varietasnya yang ditanam dengan daerah bawah.Petani tembakau di wilayah atas menanam varietas tembakau yang sesuai dengan syarat ketinggian tempat, sebagai syarat tumbuhnya. Yang ditanam jenis Mrawis dan Kemloko. Setiap varietas mempunyai kelebihan dan pangsa pasar yang berbeda. Kelompok Petani Tembakau wilayah atas menanam tembakau agar bisa meningkatkan luas tanam dan produksinya, sistim kemitraan petani tembakau di Indonesia menjadi harapan semua petani tembakau di Kabupaten Ngawi, Jadi perlu adanya pelatihan,” Ujarnya. (Jatmiko)

