By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Buka Seminar Penguatan Sistem Koordinasi PONEK dan PONED, Ikfina Ajak Seluruh Stakeholder Atasi Masalah AKI, AKB, dan Stunting
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Buka Seminar Penguatan Sistem Koordinasi PONEK dan PONED, Ikfina Ajak Seluruh Stakeholder Atasi Masalah AKI, AKB, dan Stunting
KABAR MOJOKERTO

Buka Seminar Penguatan Sistem Koordinasi PONEK dan PONED, Ikfina Ajak Seluruh Stakeholder Atasi Masalah AKI, AKB, dan Stunting

Redaksi
Last updated: 17 September 2022 9:35 pm
Redaksi
Published: 17 September 2022
Share
SHARE

PRN Mojokerto  | Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati membuka kegiatan penguatan sistem koordinasi Obstetri Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) dalam penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Stunting di Kabupaten Mojokerto yang dikemas dalam acara seminar update maternal neonatal emergency and stunting management.

Kegiatan yang diininasi RSUD Prof. Dr. Soekandar. Juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto dr. Ulum Rokhmat, Ketua IDI Cabang Mojokerto dr Rasyid, Ketua IBI Kabupaten Mojokerto Rany Juliastuti, serta Ketua DPD PPNI Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan yang digelar di ruang pertemuan Taruma Negara RSUD Prof. Dr. Soekandar, Sabtu (17/9) pagi dan diikuti sedikitnya 111 peserta. Para peserta terdiri dari dokter umum, bidan, dan perawat dari rumah sakit pemerintah maupun swasta, klinik disekitar RSUD Prof. Dr. Soekandar, serta UPT Puskesmas se-Kabupaten Mojokerto.

“kegiatan ini nanti akan memberikan dampak yang bagus sekali tidak hanya untuk para peserta seminar tetapi juga yang paling penting adalah terhadap bagaimana kita semuanya tidak hanya pemerintah tetapi semua stakeholder yang bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan masyarakat dalam mengupayakan bersama terhadap tiga masalah besar tersebut,” ucap Ikfina.

Terkait tiga masalah besar yang harus dihadapi bersama, Ia menjelaskan, dua masalah besar yakni AKI dan AKB, ini akan menjadi indikator tolak ukur dari kesehatan diwilayah masing-masing sedangkan masalah stunting yang saat ini dihadapi bangsa Indonesia sudah ditetapkan oleh pemerintah sebagai program nasional.

Selain itu, dalam membahas manajemen terhadap kegawat daruratan neonatus, Bupati Ikfina mengatakan, dalam memperbaiki manajemen dan sistem pelayanan kesehatan, maka indikator AKI dan AKB sebagai syarat utama yang tidak boleh ditinggalkan.

“Tentu patokannya tidak boleh lepas dari dua angka ini,” jelasnya.

Lanjut Ikfina, Ia juga menjelaskan, pada saat ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga melihat indikator dari AKI dan AKB dalam menilai kinerja dari pemerintah daerah, ketika pemerintah daerah tidak bisa mengendalikan AKI dan AKB serta tidak ada angka penurunan yang signifikan terhadap AKI dan AKB, maka KPK akan mengevaluasi kinerja dari pemerintah daerah.

“Kalau sampai kemudian ternyata indikator-indikator ini tidak bisa menunjukkan kinerja dari pemerintah daerah maka KPK ini akan melihat apakah ada penyelewengan-penyelewengan terhadap penggunaan anggaran pemerintah,” bebernya.

Ia juga mengimbau, selain fokus dalam menekan angka AKB, bagaimana mengupayakan bayi yang baru lahir dalam kondisi sehat atau tidak stunting.

“Makanya sistem koordinasi ini harus dibangun dengan baik, disepakati, dibuatkan komitmen dan kemudian dijalankan dengan disiplin dan tanggung jawab, dan saya yakin itu pasti sangat bisa,” ucapnya.

Orang nomor satu di lingkup Pemerintah Kabupaten Mojokerto menjelaskan, bahwa 70 persen penyebab kematian ibu dapat cegah, maka menurut pemahamannya, penguatan sistem koordinasi ini yang akan sangat menentukan.

“Bagaima kita bersama-sama mencegah penyebab kematian pada ibu melahirkan,” bebernya.

Selain itu, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 Ikfiana mengatakan, Stunting di Kabupaten Mojokerto mencapai 27,4 persen atau sebanyak 25.806 balita, sehingga ditahun 2024 Pemkab Mojokerto harus menurunkan angka stunting menjadi 15,96 persen sesuai target yang sudah ditetapkan.

“Kita ditarget karena ini program nasional maka ditahun 2022 turun dan ditahun 2023 menjadi 19.95 persen dan tahun 2024 menjadi 15,96 persen,” jelasnya.

Lebih lanjut, Bupati Ikfina meminta, sinergitas dari seluruh stakeholder dalam mendedikasikan semua ilmu dan keterampilan yang dimiliki untuk bersama-sama dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di Kabupaten Mojokerto.

“Kita bersama-sama berproses dan berkomitmen untuk mengupayakan semuanya,” pungkasnya. (Mahmudah)

You Might Also Like

Bupati Mojokerto Hadiri Tasyakuran Kenaikan Kelas PA Mojokerto dan Perpisahan Ketua dan Wakil PA Mojokerto
Detik Proklamasi Pengendara Depan Mako Polresta Sidoarjo Diberhentikan
Dinas Koperasi Usaha Mikro Gelar pelatihan Pelaku Koperasi Merah Merah Putih Hadirkan Pemateri Dr Bachtiar Jusuf Helmy
Sertijab Dandim 0815/Mojokerto Berjalan Dengan Khidmat
Bupati Mojokerto Tanda Tangani Kesepakatan Bersama Penetapan Raperda APBD TA 2023
TAGGED:Buka Seminar Penguatan Sistem Koordinasi PONEK dan PONEDKabupaten Mojokerto
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Redaksi
By Redaksi
5 Oktober 2026
Sinden Muda Lintang Kairo Mengapresiasi Paguyuban Dalang Cilik Kabupaten Kediri Curi Perhatian Pengunjung CFD di Wates
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?