PRN MOJOKERTO | Secara umum seluruh proyek dari tingkat desa sampai nasional adalah demi kemaslahatan dan pemanfaatan bagi warga, namun apa tujuan proyek gorong-gorong dusun Tempuran ? Benarkah bermanfaat atau malah sebaliknya membahayakan pemukiman warga. Ini penjelasan warga.
Dodik warga Rt. 003 Rw. 001 dusun Tempuran Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, harus mengeluarkan suara lantang agar terdengar bahwa tidak butuh waktu lama rumahnya akan tergerus air dan bisa juga akan roboh dikarenakan adanya proyek gorong-gorong yang terbilang ‘ngawor’
Kepada penarakyatnews.id Dodik berkeluh bahwa dirinya tidak habis pikir pihak desa membuat gorong-gorong ini bertujuan untuk apa, pasalnya sebelumnya tidak ada saluran irigasi sawah bahkan lahan mepet dengan rumah Dodik. Namun tanggapan kepala desa Tempuran sangat luar biasa setelah di tegor oleh Dodik ” Kalau rumahmu roboh tak ganti” Terang Dodik.
Sementara bagaikan pejabat tinggi, seorang kepala desa Tempuran saat dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa dirinya lagi sibuk banyak agenda rapat dan belum bisa menentukan waktu untuk dikonfirmasi.
Lebih lanjut Pria yang akrab di sapa Imam Bonjol adalah anggota Ormas LIRA Mojokerto akan terus mendalami permasalahan ini, pasalnya dalam pelaksanaan proyek ini menurut Imam terkesan banyak kejanggalan. (Udin)

