PRN Surabaya | Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa Ekonomi Jawa Timur Triwulan IV-2022 dibandingkan Triwulan IV-2021 meningkat sebesar 4,76 persen (y-on-y) lebih rendah dari pertumbuhan nasional periode yang sama 5,01 persen.
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan dalam berita resmi Statistik, Senin (06/02/2023) Secara kumulatif tahunan (ctoc) . Pertumbuhan Jawa Timur sebesar 5,34 persen dan nasional 5,31 persen.
Menurut Dadang pertumbuhan ekonomi Jawa Timur kali ini ditopang oleh meningkatnya pertumbuhan produksi barang dan jasa tahun 2022 menunjukan kuatnya trend pemulihan ekonomi Jawa Timur di tengah hantaman berbagai isu global dan kenaikan harga BBM. Kerja berbagai stimulus perekomian pemerintah mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Sementara Ekonomi Jatim Tahun 2022 ditopang oleh :1. Industri pengolahan dengan – share – 30,60 persen dan pertumbuhan – c to c – sebesar 6,28 persen. 2. Perdagangan Besar dan Eceran, dan Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan – share – 18,67 persen dan pertumbuhan – c to c – sebesar 6,87 persen. 3. Pertanian, kehutanan dan perikanan dengan – share -11,11 persen dan pertumbuhan – c to c – sebesar 1,79 persen.
Pertumbuhan ekonomi Jawa vTimur jika dilihat dari sisi Pengeluaran, komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) memiliki peran terbesar, masing-masing 59,53 persen dan 27,15 persen.
PKRT tumbuh positif secara _c to c_ sebesar 6,03 persen, demikian juga PMTB tumbuh positif 5,41 persen. Sementara itu, komponen Impor menunjukan pertumbuhan tertinggi, dengan tumbuh sebesar 15,47 persen.
Pertumbuhan (c to c) tertinggi komoditas Impor Non Migas LN Tahun 2022 : 1. Pupuk, sebesar 49,32 persen
2. Ampas / Sisa Industri Makanan, sebesar 22,84 persen. 3. Plastik dan Barang dari Plasti, sebesar 15,57 persen.
Highlight kinerja perekonomian Nasional dan provinsi-provinsi di Pulau Jawa : Secara c to c Nasional 5,31 persen. Sementara 1. Jawa Barat 5,45 persen 2. Jawa Timur 5,34 persen 3. Jawa Tengah 5,31 persen, 4. DKI Jakarta 5,25 persen, 5. DI Yogyakarta 5,15 persen dan 6. Banten 5,03 persen.
Secara y on y Nasional 5,01 persen
1. DI Yogyakarta 5,53 persen
2. Jawa Tengah 5,24 persen
3. DKI Jakarta 4,85 persen
4. Jawa Timur 4,76 persen
5. Jawa Barat 4,61 persen
6. Banten 4,03 persen
Sedangkan q to q secara Nasional 0,36 persen:
1. DI Yogyakarta 3,00 persen
2. DKI Jakarta 2,69 persen
3. Banten 1,91 persen
4. Jawa Barat 1,39 persen
5. Jawa Tengah 0,63 persen
6. Jawa Timur -0,17 persen
Perekonomian Jawa Timur Tahun 2022 yang diukur berdasarkan Produk Domestk Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp2.730,91 triliun, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp1.757,82 triliun.
Sedangkan Perekonomian Indonesia tahun 2022 yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp19.588,4 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp. 71.000.000 atau 4.783,9 $. (sun)

