PRN Madiun | Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Madiun menggelar Rapat Paripurna dengan agenda Penyampaian LKPJ Walikota Madiun Tahun 2022 diruang sidang paripurna,Jumat 24/3/2023.
Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Madiun dan dihadiri Wakil Ketua DPRD dan anggota DPRD Kota Madiun,Walikota Madiun,Wakil Walikota Madiun,Forkopimda,dan OPD. Walikota Madiun Maidi membacakan nota penjelasan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Tahun 2022 menurut Walikota Maidi tingginya pendapatan daerah yang dicapai Pemerintah Kota tahun lalu disumbang dari Pendapatan Asli Daerah dari target anggaran sebesar Rp.242,24 Milyar terealisasi sebesar Rp.264,21 Milyar atau 109,07 persen.
Kemudian Dana Pertimbangan dari target anggaran sebesar Rp.772,39 Milyar terealisasi sebesar Rp.796,50 Milyar atau 103,12 persen,Walikota Maidi mengklaim dari sisi belanja daerah juga terserap optimal mencapai 88,92 persen,dari rencana alokasi anggaran sebesar Rp.1,3 Trilyun terealisasi sekitar Rp.1,1 Trilyun.
Walikota Maidi mengatakan pendapatan naik belanja daerahnya optimal,belanja daerah tidak terserap karena ada beberapa hal contohnya proyek itu senilai Rp.10 Milyar kemudian dilelang kena Rp.9 Milyar berati kan masih sisa,nah itu tidak bisa dioptimalkan sebelum Perubahan Anggaran Keuangan,jelas Walikota Madiun Maidi.
Sementara Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra mengatakan mudah mudahan kita bisa melaksanakan sesegera mungkin untuk menindaklanjuti Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban dengan memberikan rekomendasi ke kepala daerah, secara umum mengapresiasi tingginya penyerapan belanja daerah yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun hingga mencapai 88,92 persen hal itu menandakan bahwa perencanaan yang dilakukan Pemerintah Kota Madiun tepat dan maksimal.
Kita harus mengapresiasi bagaimana pun serapan belanja itu merupakan program dan visi misi bersama antara Pemerintah Kota dengan DPRD harapan kita hal itu terjadi di tahun tahun berikutnya,jelas Ketua DPRD Andi Raya.
Penyerapan belanja daerah yang mencapai 88,92 persen itu rincianya untuk belanja operasi dari alokasi anggaran sebesar Rp.1,051 Trilyun terealisasi sebesar Rp.930,47 Milyar atau 88,46 persen.
Kemudian belanja modal dari alokasi anggaran sebesar Rp.253,19 Milyar terealisasi sebesar Rp.232,43 Milyar atau 91,80 persen,serta Belanja Tidak Terduga dari alokasi anggaran sebesar Rp.5,53 Milyar terealisasi sebesar Rp.2,50 Milyar atau 45,21 persen.
Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra langsung membentuk panitia khusus (Pansus) untuk membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Walikota Madiun Tahun 2022,pansus tersebut diketuai oleh Handoko Budi Setyo setelah itu pansus akan runing targetnya dalam waktu 10 hari kedepan pembahasan di internal dewan tuntas. (Toni/Adv)

