PRN Surabaya | Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya telah memberangkatkan 21 mahasiswa untuk mengikuti Short Course (kursus singkat/magang) and Internship Program 2023 di Bangkok, Thailand. Ke 21 mahasiswa tersebut akan menjalani short course misi global ke luar negeri di Negeri pagoda mulai awal hingga akhir Agustus 2023.
Rektor UHW Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, M.Si., mengungkapkan kegiatan short course atau magang ke Thailand ini yang pertama dan merupakan agenda penting kampus dalam rangka merealisasikan visi global kampus agar para lulusan nanti memiliki wawasan global perspective bersertifikasi internasional.
Menurut Yudi Sutarso Visi global kegiatan ini salah satu target agar mahasiswa memiliki pandangan dan pengalaman berbeda dibanding mahasiswa pada umumnya yang belum ada kesepakatan magang di luar negeri. Kegiatan ini sudah dimulai sudah sejak lama sebelum pademi seperti ke Filipina, Malaysia bahkan ke Eropa, berhubung adanya COVID-19 sempat terhenti.
“Saat ini kita mulai lagi bekerja sama dengan kampus di Thailand,”.jelasnya saat komperensi pers, di Kampus UHW Perbanas, Surabaya, Rabu (16/08/2023) siang
Ada pun kampus yang bermitra dengan Universitas Hayam Wuruk Perbanas adalah Thai Global Business Administration Technological College (TGBC) Thailand kampus pokasi yang ada kaitannya dengan industri.
Di sana, para mahasiswa jurusan akuntansi ini selama magang di perguruan tinggi di Thailand mengikuti sejumlah aktivitas, di antaranya kegiatan akademik Seminar, Diskusi, Company Visit, Culture sites visit, Community Service, sertifikasi, leader ship/kepemimpinan dan lainnya.
Kemudian pada HUT Ke 78 RI Tahun 2023 para mahasiswa yang magang ini akan mengikuti upacara bendera di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok Thailand. “Selain mengikuti upacara para mahasiswa tersebut juga unjuk kebolehan dengan menari tari tradisional dari Indonesia,” ujarnya.
Belajar tentang budaya atau culture di Thailand jelas berbeda dengan di Indonesia, belajar hospitality. Di Thailand orang asingnya banyak dan mempunyai standar pelayanan yang bagus maka hospitality diajarkan dengan baik. Seperti bagaimana cara menerima tamu, bagaimana perusahaan melayani tamunya, di sana semua dilakukan dengan sangat baik,” tuturnya.
Selain itu, ke 21 mahasiswa semester 5 tersebut juga akan belajar tentang transportasi publik. Diakui Yudi jika sarana transportasi publik di Thailand jauh lebih baik dibanding Indonesia. Apalagi budaya masyarakat Thailand yang lebih suka memanfaatkan transportasi publik dibanding naik kendaraan pribadi. Bahkan masyarakatnya banyak yang pejalan kaki dalam menjalankan aktifitasnya seperi ke pasar, ke mall dan tempat kerjanya.
“Di negaranya sendiri malah kebalikannya masyarakatnya lebih suka naik kendaraan pribadi dari pada menggunakan transportasi umum dan jalan kaki,” ungkapnya.
Mahasiswa yang berangkat mengikuti Short Course di Thailand ini sebelum harus menjalani seleksi ketat terkait bahasa, budaya dan minat selama 5 bulan.
Seleksi bagi mahasiswa yang berangkat, bahasa khususnya bahasa Inggris dan minat, ada training juga sebagai persiapan berangkat ke luar negeri.
“Saat kembali ke Tanah Air, nantinya mereka akan menjalani sharing session, berbagi pengalaman kepada sesama mahasiswa dan masyarakat tentang apa saja yang didapat selama menjalani short course di negeri gajah putih,” pungkas Yudi Sutarso. (roy/sae)

