PRN MOJOKERTO | Acara Ruwat Dusun wates merupakan acara kenduren atau selametan yang jika diartikan dalam bahasa indonesia berarti tasyakuran atau wujud rasa syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa atas berkah dan kemakmuran yang telah diturunkan di dusun Wates desa Watesnegoro kecamatan Ngoro Kabupaten Mojokerto.
Ruwat Dusun berasal dari kata dalam Bahasa Jawa, “Ruwah atau Ruwat” yang berarti memelihara, memperingati, dan mensyukuri apa yang telah Tuhan berikan kepada kita, sedangkan “Desa” yang berarti wilayah yang dipimpin oleh Kepala Desa. Ruwah Desa sendiri merupakan sebuah tradisi yang masih ada hingga saat ini dimana tradisi ini merupakan tradisi turun temurun dari “Sang Babat Alas atau Sing Mbangun Desa”.
Dalam momen Ruwat Dusun Wates Sumardi selalu Ketua Panitia memberikan sambutan pertama dengan mengucapkan rasa syukur dan Terima kasih tak terhingga kepada khususnya masyarakat dusun Wates dan segenap panitia penyelenggara.
“Saya selaku ketua panitia mengucapkan banyak Terima kasih kepada semua pihak yang mendukung jalannya acara tahunan dusun Wates berupa Ruwah Dusun Wates” Tegas Sumardi.
Sementara sambutan ke dua dari Gatot Purwadi selalu kepala Dusun wates dengan ucapan yang sama yaitu ucapan Terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh warga dusun dan tokoh masyarakat yang mendukung acara ini.
Gatot menambahkan bahwa acara Ruwat Dusun ini adalah acara adat turun temurun sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas segala limpahan kemakmuran di dusun Wates pada khususnya dan desa Watesnegoro pada umumnya.
“Tetap kita memohon kepada Allah SWT agar warga dusun Wates diberikan seger kewarasan, pertaniannya subur dan dijauhkan dari segala balak” Pungkas Gatot Purwadi.
Selanjutnya acara Ruwat Dusun Wates di meriah kan oleh pagelaran wayang kulit Yudistiro Bareng Jombang dan campursari. Sabtu, 20/4/24.

