PRN Malang | Melalui dinas PU bina marga kabupaten malang pembangunan pekerjaan tanah longsor diruas jalan raya rajekwesi kalipare pemerintah kabupaten malang tidak menggunakan anggaran dari belanja tidak terduga (BTT), tapi menggunakan anggaran APBD tahun 2024 dengan nilai mencapai Rp. 2,5 milliar, dengan rincian yaitu Rp. 1 milliar untuk pembangunan dinding tanah dan Rp. 1,5 milliar untuk pelebaran jalan.
Kami tidak memggunakan anggaran BTT karena proses pencairannya yang cukup panjang atau lama “kata kepala dinas PU bina marga kabupaten malang Khairul isnaidi kusuma S. T. MT atau yang biasa dipanggil O’ong. Secara tehnis pekerjaan awal penanganan longsor adalah dengan melakukan pengeprasan tebing, dinding tebing lebarnya sekitar 6 meter, dengan panjamg tebing mencapai 100 meter, setelah semua dikepras baru pekerjaan fisik pembangunan dinding penahan tanah (BTT) dapat dilaksanakan.
Kepala dinas bina marga juga mengatakan pekerjaan proyek pembangunan dinding penahan tanah (BTT) itu akan memakan waktu sekitar 2 bulan. Dan saat pembangunan dimulai maka ruas jalan raya rajekwesi tersebut di tutup total, warga yang biasanya menggunakan atau melintasi jalan tersebut akan dialihkan ke jalan alternatif. Untuk tehnis pelaksanaannya selain pihak ke 3 atau rekanan juga mendapat support dari anggota yon zippur 5 / brawijaya, semoga nanti dalam pelaksanaan pembangunannya lancar dan tidak terjadi hal hal yang tidak kita inginkan “terang O’ong saat ditemui awak media”. (w2)

