Foto Ketua KORMI Jatim Hudiono saat memimpin Rapat Persiapan kegiatan lomba olahraga tradisional, Kamis (08/08/24)
PRN Surabaya | Surabaya – Komite olahraga masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Jawa Timur akan menggelar berbagai lomba olahraga tradisional di halaman Pondok pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto Minggu (18/08/24) mendatang.
Ketua KORMI Jatim Dr Hudiono,Msi saat memimpin Rapat Persiapan kegiatan lomba olahraga tradisional yang dihadiri oleh wakil ketua Kormi I Wayan Sudarma,SPd,MM, bersama staf dan dari pihak lain sebagai pelaksana dan tim Admitrasi dalam sambutannya menekankan pentingnya persiapan manajemen pelaksanaan kegiatan olahraga masyarakat go to Pesantren yang terencana dengan baik.
Kegiatan ini digelar selain memperingati HUT Ke 79 RI Tahun 2024, juga untuk meningkatkan kebugaran Masyarakat umum dan anak-anak di lingkungan pondok pesantren.
“Lomba olahraga tradisional ini juga digelar untuk meningkatkan minat terhadap olahraga tradisional yang juga merupakan kebudayaan asli setiap daerah,” kata Hudiono, Ketua KORMI Jatim kepada penarakyatnews.id saat Persiapan Rapat Lomba Olahraga Tradisional go to Pesantren di Kantornya Surabaya, Kamis (08/08/2024).
Menurut Hudiono tujuannya kegiatan ini adalah bermula dari olahraga tradisional menuju olahraga prestasi. Target atau Goal-nya ialah meningkatkan kebugaran baik yang ada di pesantren maupun masyarakat umum.
Hudiono mengungkapkan, dengan melakukan kegiatan ini bisa mengajak masyarakat umum untuk berolahraga sekaligus memperkenalkan olahraga tradisional masyarakat khususnya kaum millenial saat ini yang banyak yang tidak mengenal olahraga tradisional.
Menurut Hudiyono lomba olahraga tradisional di Pesantren Pacet Mojokerto ini akan diikuti sekitar 500 orang. Sementara untuk lomba senam akan diikuti sekitar 2.000 orang.
Ada beberapa olahraga tradisional yang akan dilombakan di lapangan Ponpes Amanatul ummah nanti, yakni panahan tradisional, terompah batu, terompah panjang, egrang, sepeda tua, lari balok dan bermacam olahraga tradisional lainnya.
“Kegiatan ini akan berlangsung sehari saja mulai pukul 08.00 – 17.00 WIB. Masyarakat umum silahkan mendaftar dan mengikutinya untuk melestarikan budaya,” tutur Hudiono.
Untuk diketahui, terompah panjang dimainkan dengan kayu panjang dengan ukuran tertentu. Nantinya masing-masing kubu saling beradu kecepatan dengan jarak yang telah ditentukan. Sementara egrang adalah permainan tradisional yang dimainkan dengan memakai sepasang bambu untuk berjalan.
“Peserta lomba untuk masyarakat umum dengan sejumlah hadiah menarik ini juga bertujuan melestarikan budaya serta untuk kebugaran tubuh. Yang pasti untuk menjalin kesatuan dan persatuan masyarakat,” pungkas Hudiono. (Sae )

