By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Kota Tua Kalianget Penuh Dengan Peninggalan Bersejarah Di Madura.
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Kota Tua Kalianget Penuh Dengan Peninggalan Bersejarah Di Madura.
KABAR JATIM

Kota Tua Kalianget Penuh Dengan Peninggalan Bersejarah Di Madura.

Redaksi
Last updated: 8 April 2020 1:28 pm
Redaksi
Published: 8 April 2020
Share
SHARE

PRN Sumenep – Kalianget adalah Kota modern yang pertama di Pulau Garam Madura yang memiliki banyak sejarah, yang di bangun Pada masa penjajahan VOC dan Pemerintahan Hindia Belanda. Kalianget menjadi incaran para penjajah, dikarenakan letaknya yang sangat strategis dan merupakan bandara pelabuhan tersibuk di selat Madura serta penghasil Garam terbaik di Indonesia.

Kota Tua Kalianget berada di ujung timur bumi Sumekar yang terletak di Pulau Garam Madura, Jawa Timur, sangat cocok sebagai tempat wisata bagi wisatawan lokal dan luar. Karena kota Tua Kalianget memiliki banyak bangunan bersejarah peninggalan penjajah terdahulu yang sangat cocok untuk anak muda milenia ber-selfie, seperti Pelabuhan tertua di Sumenep adalah pelabuhan Kertasada. Ketika Sumenep jatuh ke tangan penjajah VOC pada tahun 1705, VOC mulai membangun sebuah benteng yang dinamakan LOJI KANTANG terletak di desa Kalianget barat.

Namun pembuatan Benteng tersebut belum sempat terselesaikan dikarenakan posisinya yang kurang strategis, akhirnya pada tahun 1785 VOC pun membangun Benteng di daerah Kalimo’ok, yang dikarenakan lokasinya berada di dataran tinggi dari lingkungan sekitar. Seiring dengan dibangunnya daerah pertahanan tersebut, orang Eropa mulai menyebar di daerah Marengan dan Pabean, yang terbukti dengan adanya model arsitektural bangunannya yang cenderung terpengaruh kebudayaan Indische. Kebudayaan Indische berkembang pada abad 17-18 di Indonesia.

Pada tahun 1899, kota Tua Kalianget yang dalam genggaman kongsi dagang VOC diambil alih oleh Pemerintahan Hindia Belanda, hingga dalam pengelolaan lahan Pegaraman pun yang ada di Sumenep dikuasai, guna untuk memperkuat posisi ekonomi dan politik Pemerintah Hindia Belanda di Sumenep dan membangun Pabrik Garam Briket Modern yang pertama kali di Indonesia.

Dari itulah berbagai fasilitas pendukung industri tersebut dibangun seperti, fasilitas Listrik terbesar di jaman itu yang terpusat di Gedung Sentral/Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD), Gedung gerak, Taman merdeka, Benteng pengintaian kapal musuh, Lonceng, Menara air, Lapangan Tenis, Kolam renang, Gedung Bioskop, hingga pemukiman bagi pegawai dan karyawan mulai tersebar di kawasan ini. Itu bukti bahwa Pemerintah Hindia Belanda dengan kuatnya memonopoli hasil garam yang ada di Pulau Garam Madura Jawa Timur.

Menurut keterangan yang dihimpun dari Tadjul Arifien R, sebagai Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumenep, bahwa pembuatan gedung Pabrik Garam Briket Modern tersebut dikerjakan sejak tahun 1899 sampai dengan tahun 1916.

Dalam upaya membuat perkuatan Pemerintah Hindia Belanda dalam perekonomian dikala itu, untuk meningkatkan efisiensi industri garam dengan tuntutan zaman tersebut, ladang percontohan pembuatan garam dibangun di desa Nambakor tahun 1918 dan Gersik Putih tahun 1925.

Lahan pembuatan garam di jaman Pemerintah (Hindia Belanda) di perluas, dengan cara membeli paksa lahan milik rakyat di daerah Pinggirpapas sampai lahan garam tersebut terdapat di kabupaten Pamekasan dan Sampang.

Tadjul Arifien R juga menjelaskan bahwa pada tahun 1897, Pemerintah (Hindia Belanda) membangun jalan Kereta Api yang menghubungkan Kamal dan Kalianget. dengan tujuan untuk memperlancar transportasi darat. Kemudian (pada jaman Jepang) hanya jalur Kamal – Pamekasan yang dioperasikan untuk memperlancar arus lalu lintas pengangkutan hasil bumi Madura. Sedangkan yang dari Kalianget dibelokkan ke arah Pinggirpapas untuk pengangkutan garam. Semua pembangunan tersebut dikerjakan oleh rakyat secara paksa, sehingga rakyat Madura hanya mendapatkan tekanan dan siksaan dari penjajah tersebut.

Dengan adanya sisa-sisa bangunan sejarah model Eropa peninggalan penjajah tersebut yang berada di kota Tua Kalianget, Tadjul Arifien R Ketua TACB Sumenep, melakukan kajian dan penelitian ilmiah untuk dijadikan sebagai Cagar Budaya di kabupaten Sumenep.
“Maka kami dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Sumenep, dari adanya bangunan bangunan tersebut menjadikannya sebagai Cagar Budaya peringkat Kabupaten. Kami melakukan kajian dan penilitian ilmiah untuk dijadikan rekomendasi kepada Yang terhormat Bapak Bupati Sumenep, agar ditetapkan menjadi Cagar Budaya”. Harapannya Selasa 07/04/2020.

Jurnalis : Erfandi.

You Might Also Like

*Dipastikan Pertengahan Tahun 2024 Jembatan Jongbiru Kabupaten Kediri Rampung*
Terbilang ‘Ngawor’ Proyek Desa Beresiko kepada Pemukiman Warga
Bupati Kediri Instruksikan Dinas PUPR Prioritaskan Perbaikan Jalan kabupaten
Polda Jatim Amankan Pelaku Penendang Sajen di Bantul Jogjakarta
Antisipasi Penyebaran PMK, Masifkan Pos Penyekatan Hewan Ternak di Batas Kota Sidoarjo
TAGGED:Sejarah BangsaSumenep
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
KPPU Dorong Mahasiswa Pahami Persaingan Usaha untuk Bangun Ekonomi Berdaya Saing
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?