PRN Ngawi | Ngawi, Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) tentang program pengembangan energi baru berlangsung sukses di Kabupaten Ngawi. Kegiatan ini berfokus pada implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk desa-desa yang masih mengalami kesulitan akses listrik. Tujuan utama dari program ini adalah memberikan manfaat energi tidak hanya untuk penghematan tagihan listrik, tetapi juga sebagai pendukung kegiatan produktif masyarakat, seperti pertanian dan penyediaan air minum melalui energi terbaru.
“Program ini dirancang untuk memberikan solusi energi yang berkelanjutan bagi desa-desa terpencil, agar keberadaan PLTS tidak hanya meringankan beban biaya listrik, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat,” ujar Totok Sugiharto Kabid bidang Infrastruktur dan Kewilayahan.”
Kepala Bappeda Danik Kusuma Wardani, mengatakan “bahwa rapat dan FGD ini bertujuan membahas pengembangan energi baru di Provinsi Jawa Timur, khususnya melalui implementasi PLTS dan PLTMH di wilayah Kabupaten Ngawi dan untuk mendukung pengembangan energi baru terbarukan di daerah-daerah yang membutuhkan, sehingga pemanfaatan energi dapat lebih merata.”
Acara ini dihadiri oleh pejabat dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur, Kepala Bappeda Kabupaten Ngawi beserta staf, camat, dan kepala desa. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai masukan terkait implementasi PLTS dan PLTMH di wilayah pedesaan.
Peserta rapat juga membahas tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program ini, termasuk ketersediaan lahan, pembiayaan, serta kesiapan masyarakat dalam mengoperasikan dan merawat teknologi yang akan diberikan. Selain itu, sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara Pemerintah provinsi, Kabupaten, dan desa agar program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Menurut Danik Kusuma Wardani, implementasi PLTS dan PLTMH diharapkan tidak hanya meningkatkan akses listrik bagi masyarakat, tetapi juga mendorong pengembangan kegiatan ekonomi berbasis energi, seperti irigasi untuk pertanian dan pengolahan hasil panen. “Energi terbarukan ini harus menjadi solusi multi-dimensi, tidak hanya listrik, tetapi juga mendorong pembangunan desa secara menyeluruh,” imbuhnya.
Program ini sejalan dengan visi pemerintah Jawa Timur dalam memanfaatkan potensi energi terbarukan untuk menciptakan ketahanan energi di daerah pedesaan. Desa-desa yang terpilih akan mendapatkan prioritas untuk menerima bantuan, dengan penekanan pada pendampingan dan pelatihan bagi masyarakat setempat agar mampu mengelola energi secara mandiri.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan program pengembangan PLTS dan PLTMH di Kabupaten Ngawi dapat segera terealisasi, membawa manfaat nyata bagi masyarakat, dan menjadi langkah awal menuju kemandirian energi di wilayah pedesaan Jawa Timur. (Jatmiko)

