PRN Sidoarjo | Sidoarjo – Pemdes Durungbedug Kecamatan Candi menyelenggarakan pagelaran wayang kulit yang dipentaskan oleh dalang Ki Tanoyo Dermonoto dari Karang Bangkal Gempol dalam rangka ruwat desa dan sebagai bentuk sedekah bumi di pendopo balai desa, sabtu (22/2/2025).
Turut hadir kepala desa Durungbedug Moh Zainuri,Sekcam Candi beserta jajaran,tamu undangan kepala desa se-kecamatan Candi,Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, Lembaga desa,serta warga yang turut hadir dalam pagelaran wayang kulit.
Kepala desa Durungbedug Moh Zaenuri mengatakan Ruwat desa dan sedekah bumi merupakan tradisi yang dijalankan untuk menghormati dan mengucapkan terima kasih kepada leluhur serta memohon berkah dan keberlimpahan dari alam. Desa berusaha menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan melestarikan warisan leluhur.
Memilih Lakon “Syahadat Mak’rifat” beliau menjelaskan bahwa salah satu pondasi penting keislaman seorang hamba sehingga pilar utama rukun Islam yang digandengan dengan syahadat Laa Ilaha Illallah.
Diharapkan akan semakin menambah iman dan cinta kita kepada Nabi Muhammad sehingga kita semangat dan tegar dalam mengikuti sunnah beliau dalam aspek kehidupan manusia; aqidah, ibadah, akhlah dan lain sebagainya,”jelasnya kepala desa.
Dalang Ki Tanoyo Dermonoto memainkan peran penting dalam kesuksesan pagelaran tersebut. Ia dengan penuh semangat mempersiapkan segala hal, seperti persiapan gamelan, boneka wayang kulit, dan latar belakang panggung. Dia juga bertanggung jawab untuk menyusun cerita dan mengatur alur pertunjukan.
Dalam pagelaran tersebut, para penonton akan terlibat langsung melalui komentar, tepuk tangan, dan reaksi spontan lainnya. Sejumlah tokoh dalam cerita akan dihidupkan oleh dalang dengan menggunakan suara-suara khas yang dikenal sebagai “ngelmu”. Semua ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang hidup dan menarik bagi penonton.(Mid)




