PRN Sidoarjo l Sidoarjo – Pemdes Gangangpnjang Kecamatan Tanggulangin menyelenggarakan pagelaran wayang kulit yang dipentaskan oleh dalang Ki Purnawan Taruna Aji lakon”Wahyu katentreman”dalam rangka ruwat desa dan sebagai bentuk sedekah bumi di pendopo balai desa di hadiri oleh warga.minggu(23/2/2025).
Kepala Desa Ganggangpanjang M.Adenan mengatakan Ruwat desa dan sedekah bumi merupakan tradisi yang dijalankan untuk menghormati dan mengucapkan terima kasih kepada leluhur serta memohon berkah dan keberlimpahan dari alam. Desa berusaha menjaga tradisi ini agar tetap hidup dan melestarikan warisan leluhur.
Sementara itu dalam pagelaran wayang kulit Wahyu Katentreman menceritakan zaman kerajaan Amarta dilanda cobaan, dimana Prabu Puntodewo tiba-tiba menghilang sehingga membuat bingung Nayaka Praja Kerajaan Amarta. Dengan kejadian tersebut maka para putra Pandawa berinisiatif mencari dengan petunjuk Lurah Semar Badranaya”semoga warga desa di berikan Wahyu atau anugrah yang membawa ketentraman dan kedamaian”pungkas M.Adenan
Dalang Ki Purnawan Taruna Aji memainkan peran penting dalam kesuksesan pagelaran tersebut. Ia dengan penuh semangat mempersiapkan segala hal, seperti persiapan gamelan, wayang kulit, dan latar belakang panggung. Dia juga bertanggung jawab untuk menyusun cerita dan mengatur alur pertunjukan.
Dalam pagelaran tersebut, para penonton akan terlibat langsung melalui komentar, tepuk tangan, dan reaksi spontan lainnya. Sejumlah tokoh dalam cerita akan dihidupkan oleh dalang dengan menggunakan suara-suara khas yang dikenal sebagai “ngelmu”. Semua ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang hidup dan menarik bagi penonton.
Salah satu penonton, pak Suwaji,, mengungkapkan kesan positifnya tentang pagelaran tersebut.
“Sangat luar biasa, saya benar-benar terbawa suasana dalam cerita pewayangan ini. Saya melihat bagaimana Ki Purnawan Taruna Aji dengan apik menggerakkan wayang kulit sambil menyuarakan berbagai dialog tokoh. Ini benar-benar seni yang tak ternilai harganya,” ujarnya warga(Mid)


