PRN MOJOKERTO | Ritual larung sesaji di sungai adalah tradisi adat Jawa yang dilakukan untuk berbagai tujuan, seperti rasa syukur, keselamatan, dan toleransi.
Tradisi ini biasanya dilakukan di sungai-sungai yang dianggap suci, seperti Kali Pikatan dan Sungai Brantas. Tujuan ritual larung sesaji Mengucap rasa syukur kepada Tuhan, Menjalin persaudaraan antar masyarakat, Mendapatkan keselamatan, Membawa keberkahan bagi masyarakat dan pelaku usaha, Memersatukan manusia dengan alam, Mempertahankan identitas nasional.
Kali ini larung sesaji dilaksankan di Sungai Pikatan yang mana Sungai Pikatan adalah Sungai dari hulu Gunung Welirang dengan hulu sungai Anjasmoro di Sungai Dinoyo atau disebut Sungai Pikatan Jatirejo kabupaten Mojokerto.
Pelaksanaan ritual larung sesaji Dimulai dengan mengarak sesaji Sesaji dikumpulkan di padepokan Yayasan Telasih 87 untuk diberi doa oleh Pimpinan Yayasan dan Pembina Garda Wali Songo Ki Wiro Kadek.
Perlu diketahui bahwa Ki Wiro Kadek adalah satu satunya penggiat budaya Jawa yang sangat peduli dengan sejarah leluhur, adat istiadat dan pelestari budaya nusantara, dan Ki Wiro Kadek telah diakui kepeduliannya terhadap sejarah di tingkat Nasional.
Sementara menurut punggawa Garda Wali Songo Ki Rekso Aminoto kegiatan ritual larung sesaji ini bertujuan untuk menjaga keselamatan bumi Pertiwi nusantara dan sebagai bentuk ucapan terimakasih pada leluhur bumi Pertiwi yang telah mewariskan ajaran adi luhung. (red).


