By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Dana PUAP 100 Juta Dibekukan, Petani Desa Kerek Mengeluh
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Dana PUAP 100 Juta Dibekukan, Petani Desa Kerek Mengeluh
KABAR JATIM

Dana PUAP 100 Juta Dibekukan, Petani Desa Kerek Mengeluh

Redaksi
Last updated: 28 Maret 2025 12:31 pm
Redaksi
Published: 28 Maret 2025
Share
SHARE

PRN Ngawi |  Sejumlah petani di Desa Kerek mengeluhkan sulitnya menebus pupuk subsidi karena dana Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) senilai Rp100 juta yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) tidak bisa dicairkan. Dana yang seharusnya digunakan untuk simpan pinjam dan penebusan pupuk ini dibekukan oleh Ketua Gapoktan Jatimulyo, 28-03-2025.

Petani yang tergabung dalam kelompok tani desa mengungkapkan kekecewaan mereka. Salah satu petani menyatakan bahwa dana PUAP seharusnya menjadi solusi bagi petani yang membutuhkan modal dan pupuk, bukan malah tertahan tanpa kejelasan. “Kalau memang dananya ada, kenapa tidak bisa digunakan? Padahal ini untuk kepentingan petani,” ujarnya J saat dikonfirmasi.

Ketua Gapoktan Sugito, saat dikonfirmasi media, mengaku bahwa ia telah mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua Gapoktan. Namun, hingga kini belum ada pergantian kepengurusan, sehingga status pengelolaan dana PUAP masih belum jelas.

“Saya sudah mengajukan pengunduran diri, jadi untuk pencairan dana itu saya tidak bisa mengambil keputusan sendiri,” dalih Sugito.

Sementara itu, Kepala Desa Kerek, Bayu Aji Baskoro, saat ditemui media menyatakan bahwa masalah ini lebih baik ditanyakan langsung kepada pihak yang bersangkutan. “Monggo, terkait dana PUAP, bisa ditanyakan ke Gapoktan karena yang mengetahui detailnya adalah mereka, baik ketua maupun anggota,” Pungkasnya.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan petani. Mereka berharap ada transparansi dalam pengelolaan dana agar bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Salah satu anggota kelompok tani menyampaikan bahwa jika Gapoktan Jatimulyo tidak bisa mengelola dana dengan baik, sebaiknya dilakukan reorganisasi kepengurusan.

Permasalahan dana PUAP yang dibekukan mulai tahun 20 Juni 2017, tidak bisa dicairkan ini menjadi perhatian serius, apakah dana itu masih atau tidaknya . terutama bagi petani yang bergantung pada pupuk subsidi untuk keberlanjutan usaha pertanian mereka. Mereka berharap ada solusi cepat agar dana bisa kembali digunakan sesuai tujuan awal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kejelasan lebih lanjut mengenai tindak lanjut dari pihak Gapoktan Jatimulyo maupun pemerintah desa terkait status dana PUAP yang dibekukan tersebut. (Jatmiko)

You Might Also Like

Warga dusun Kesamben Apresiasi Pembangunan pendamping jalan dan Pavingisasi
Dynamic Cinema Festival, Lombakan 119 Karya Film Pendek dari 36 Kota di Indonesia
Tebing Longsor Dibeberapa Titik Merusak Rumah Warga Ngadireso
Gubernur Khofifah Ungkap Dugaan Penyebab Kelangkaan Minyak Goreng di Jatim
Ulang tahun 14 Gerindra Malang Ajak Kader Door to door ke Maasyarakat
TAGGED:Dana PUAP 100 Juta DibekukanNgawiPetani Desa Kerek Mengeluh
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
METRO JABODETABEK

SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah

Redaksi
By Redaksi
6 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Pemkab Malang Realisasikan Hotmix Pendem Jatisari Pakisaji
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?