PRN Ngawi | Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Margo Lestari, Sugeng, terus berupaya membenahi struktur dan kegiatan kelompok tani di Desa Keniten, Kecamatan Geneng. Setelah beberapa tahun terakhir enam kelompok tani yang tergabung dalam Gapoktan ini kurang aktif, kini langkah-langkah revitalisasi mulai dilakukan secara bertahap. 18-4-2025.
Sugeng mengakui, kondisi ini disebabkan oleh kehilangan sosok penting dalam organisasi, yakni bendahara dan sekretaris kelompok yang telah meninggal dunia. Kekosongan kepengurusan membuat kegiatan kelompok tani berjalan tidak maksimal. “Kami merasa kehilangan. Tapi sekarang saatnya membenahi dan menyusun ulang struktur agar Gapoktan kembali aktif dan bermanfaat bagi petani,” ujarnya.
Langkah awal yang dilakukan Sugeng adalah melengkapi kembali kepengurusan Gapoktan. Proses pemilihan dan pembentukan struktur baru dilakukan dengan melibatkan seluruh perwakilan kelompok tani, agar koordinasi dan pelaksanaan program pertanian dapat berjalan lebih baik.
Desa Keniten sendiri merupakan salah satu desa yang telah terpilih menjadi desa mandiri oleh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Geneng. Hal ini menjadi dorongan tersendiri bagi pemerintah desa dan para petani untuk terus meningkatkan kinerja kelompok tani demi mendukung ketahanan pangan desa.
Mujiono, Kades Keniten Kecamatan Geneng Ngawi, menyampaikan bahwa pembenahan Gapoktan sangat penting, terutama untuk mempermudah proses penyaluran pupuk bersubsidi. “Monggo, segera bentuk melengkapi pengurus Gapoktan lagi, agar pelaksanaan program pertanian lebih terorganisir dan penyaluran pupuk tidak terkendala,” kata Mujiono.
Terkait program bantuan, dana PUAP (Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan) untuk Desa Keniten juga telah disalurkan. Setiap kelompok tani menerima dana sesuai dengan pengajuan masing-masing, berkisar antara Rp16 juta hingga Rp20 juta per kelompok, Dana PUAP semua dimasukan simpan pinjam.
Seluruh dana PUAP tersebut dikelola melalui sistem simpan pinjam di masing-masing kelompok. Harapannya, dana ini dapat dimanfaatkan secara produktif oleh para petani untuk meningkatkan hasil pertanian sekaligus mengembangkan usaha agribisnis di tingkat desa. Jatmiko


