PRN Ngawi | Desa Paras, Kecamatan Pangkur Sebuah langkah besar dilakukan oleh warga Desa Paras, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, dengan diselenggarakannya Musyawarah Khusus Pembentukan Koperasi Merah Putih. Acara ini berlangsung di Aula Desa Paras dan menjadi tonggak awal pembentukan struktur organisasi koperasi yang akan menopang kemajuan ekonomi desa.
Musyawarah ini dihadiri oleh berbagai unsur penting, seperti Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) Pangkur, perwakilan dari Dinas Koperasi Kabupaten Ngawi yang diwakili oleh Yety, tokoh masyarakat RT/RW, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta anggota Karang Taruna. Kehadiran mereka menandai kuatnya dukungan terhadap pendirian Koperasi Merah Putih.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Paras, Suprapto, menyampaikan bahwa Koperasi Merah Putih nantinya akan bergerak di tiga bidang utama, yakni simpan pinjam (KSP), perdagangan, dan jasa. Ia berharap koperasi ini menjadi wadah ekonomi kerakyatan yang mampu memberdayakan masyarakat dan menciptakan kemandirian ekonomi desa.
Yety dari Dinas Koperasi Kabupaten Ngawi menambahkan bahwa koperasi ini akan dikelola oleh pengurus yang dibentuk berdasarkan hasil musyawarah. Pengurus ini akan memiliki kewenangan untuk mengembangkan unit usaha sesuai potensi dan kebutuhan masing-masing desa. Ia juga menegaskan pentingnya profesionalitas dalam pengelolaan koperasi agar mampu bertahan dan tumbuh.
Sementara itu, Aris Gunawan, Ketua terpilih, mengucapkan terima kasih atas terbentuknya Koperasi Merah Putih. Ia menilai ini sebagai langkah strategis dalam mendukung pelaksanaan program Inpres Tahun 2025 yang ditetapkan Presiden Prabowo, khususnya dalam kurun waktu Maret hingga Mei.
“Dengan terbentuknya koperasi ini, kita telah melaksanakan instruksi Presiden secara nyata di tingkat desa. Semoga program-program yang digariskan bisa tercapai dengan baik dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Aris Gunawan.
Musyawarah ini tidak hanya membentuk kepengurusan, tetapi juga menegaskan komitmen warga Desa Paras untuk mandiri secara ekonomi. Diharapkan, koperasi ini mampu menjadi model pemberdayaan desa yang efektif dan berkelanjutan. (Jatmiko)


