PRN Sidoarjo | Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B3 Indonesia (AMPHIBI) Jawa Timur menggelar Rapat Kerja Wilayah (RAKERWIL) pada hari sabtu 28 Juni 2025 bertempat di Gedung Museum Mpu Tantular, Sidoarjo. Rakerwil diikuti ketua DPD kabupaten/kota se Jawa Timur,
Lanjutnya acara ini menjadi momen penting untuk menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat serta memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha dalam menangani persoalan limbah dan sampah.
RAKERWIL resmi dibuka oleh Ketua DPW AMPHIBI Jawa Timur, Samsul Hadi, S.O., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan sehat, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Agus Salim Tanjung, S.O., S.I. selaku pendiri organisasi, sekaligus Ketua Umum DPP AMPHIBI dalam sambutan mengatakan yang me latar belakangi berdirinya AMPHIBI. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap praktik pembuangan limbah B3 oleh pelaku usaha yang tidak bertanggung jawab, yang kemudian mendorong terbentuknya organisasi tersebut sebagai kontrol sosial dan motor aksi penyelamatan lingkungan.
Srimuryani atau yang akrab disapa Titut, mewakili Direktur Pengurangan Sampah dan Ekonomi Sirkular, Kementrian lingkungan Hidup RI (KLHK) selaku Narasumber pertama memberikan pemaparan kegiatan diawali dengan forum dialog interaktif. Narasumber pertama, Ia menegaskan bahwa pengurangan sampah merupakan tanggung jawab bersama, baik masyarakat, LSM, dunia usaha, hingga pemerintah daerah. Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan persoalan sampah dapat tertangani secara signifikan sampai pada tahun 2030.
Pemaparan kedua disampaikan oleh Subarja, S.H., M.Si., Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Provinsi Jawa Timur. Dalam penjelasannya, ia menyebut pentingnya pelibatan elemen masyarakat dalam pengelolaan sampah dan limbah B3. Ia juga mencontohkan kolaborasi sukses antara DLHK dengan masyarakat dalam kegiatan bersih-bersih sepanjang pantai utara Jawa Timur. Ia berharap, keberadaan AMPHIBI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam aksi nyata dan pengawasan terhadap pelanggaran lingkungan.
AKBP Nawa Kuriawan, S.I.K., Kasubbag Info Data Kominter Interpol Mabes Polri, narasumber ke tiga memapaparkan peran kepolisian dalam penegakan hukum lingkungan hidup, khususnya dalam menangani tindak pidana terkait limbah dan pencemaran lingkungan, termasuk kerja sama lintas lembaga dalam penindakan.
RAKERWIL DPW Amphibi Jawa Timur diharapkan untuk memperkuat kapasitas organisasi dalam advokasi dan aksi lingkungan, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjawab tantangan krisis sampah dan limbah B3 di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Timur pungkas Samsul Hadi,So (sae)

