PRN Sidoarjo | Sidoarjo – Sejumlah wali murid SDN Wunut 1 mengeluhkan dugaan praktik tidak transparan dalam pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan sekolah. Salah satu wali murid menyampaikan bahwa dirinya diarahkan oleh seorang guru untuk membeli LKS langsung kepada tukang kebun sekolah, sebuah mekanisme yang dinilai janggal dan di luar prosedur resmi.
Tim media yang berupaya mengkonfirmasi informasi ini langsung ke pihak sekolah pada Senin, 28 Juli 2025, mendapati bahwa kepala sekolah tidak berada di tempat. Pihak sekolah juga tidak memberikan keterangan jelas selain menyatakan bahwa yang bersangkutan sedang tidak ada di lokasi. Tim kemudian meninggalkan nomor telepon dan menjadwalkan ulang pertemuan pada hari berikutnya.
Namun, pada Selasa, 29 Juli 2025, saat tim kembali hadir ke sekolah untuk menemui kepala sekolah, kembali dijumpai alasan serupa: kepala sekolah disebut sedang mengikuti rapat. Tidak ada informasi pasti kapan kepala sekolah dapat ditemui, dan tidak ada pihak lain dari sekolah yang bersedia memberikan keterangan resmi.
Sikap yang ditunjukkan pihak sekolah menimbulkan kesan kuat bahwa mereka menghindari upaya klarifikasi atas dugaan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari kepala sekolah maupun pihak berwenang di SDN Wunut 1 terkait mekanisme pengadaan LKS yang dipertanyakan wali murid.
Praktik penjualan LKS di lingkungan sekolah sejatinya telah menjadi sorotan sejak lama, mengingat adanya larangan pungutan di sekolah negeri untuk jenjang pendidikan dasar. Jika benar pengadaan LKS dilakukan secara tidak sah dan melibatkan pihak-pihak yang tidak seharusnya, hal ini dapat mencoreng integritas dunia pendidikan, khususnya di tingkat dasar.
Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo diharapkan segera turun tangan untuk menindaklanjuti laporan ini dan memberikan klarifikasi terbuka demi menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan negeri(mid)

