PRN Tulungagung | Mencermati situasi kebangsaan yang kurang kundusif tiga pilar negara mengambil inisiatif memanggil semua masyarakat untuk senantiasa mengambil peran aktif, turut menjaga stabilitas dan keamanan di Tulungagung.
Dalam rangka mempererat persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI) maka di gelarlah apel kebangsaan yang di ikuti oleh 4000 elemen masyarakat Tulungagung.
Kegiatan ini melibatkan unsur Forkopimda, TNI, POLRI, tokoh agama, tokoh masyarakat, oraganisasi kepemudaan, organisasi pencak silat serta berbagai komunitas masyarakat. Secara bersama-sama menyuarakan semangat persatuan, persaudaraan dan kesetiaan terhadap NKRI.
Apel kebangsaan ini mengusung tema ” Jaga Indonesia Jogo Tulungagung” yang berlangsung di halaman Pemkab Tulungagung pada selasa ( 02/08/2025). Sebagai simbol komitmen menjaga kondusifitas wilayah, mempererat persaudaraan serta menolak segala bentuk provokasi dan perpecahan.
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjaga kundusifitas Tulungagung dari aksi anarkis. Hari ini kami bersama Forkopimda dan seluruh elemen masyarakat berkomitmen bersama mengadakan apel kebangsaan ” Jaga Indonesia Jogo Tulungagung” ujar Gatut Sunu usai memimpin apel.
“Intinya kami bersama anak bangsa cinta tanah air, semua merah putih, guyub dan rukun. Keamanan tidak hanya tanggung jawab aparat keamanan, tapi tanggung jawab kita semua, tanggung jawab bersama. Mari sama-sama menjaga kondusifitas keamanan Tulungagung agar damai, masyarakat beraktifitas seperti bisanya, kehidupan berjalan normal, perekonomian juga lancar” sambungnya.
Sementara itu Kapolres Tulungagung AKBP Muhamad Taat Resdi mengajak seluruh masyarakat Tulungagung tidak mudah terprovokasi. “Berdasarkan analisis, aksi anarki di beberapa daerah ada keterlibatan pihak lain yang sengaja menunggangi dan memperkeruh suasana, memprovokasi warga sehingga terjadi peristiwa kerusuhan, jelas AKBP Taat Resdi.
” Itu bukan aksi unjuk rasa, bukan aksi menyampaikan pendapat, tidak ada aksi menyampaikan pendapat di lakukan di malam hari. Kami menegaskan, bahwa pihak kepolisian tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat, namun harus sesuai dengan aturan. Aksi anarki tidak boleh terjadi di Tulungagung. Oleh karena itu, kami beserta seluruh masyarakat menyatukan tekad untuk bersama-sama menjaga keamanan Tulungagung” tegas Kapolres Tulungagung.
Kapolres juga berpesan agar masyarakat lebih bijak dalam menyikapi isu yang beredar di media sosial. Dengan adanya deklarasi ini Pemkab Tulungagung bersama aparat keamanan dan seluruh elemen masyarakat berharap situasi di Tulungagung tetap aman, ayem tentrem, guyub dan rukun jauh dari kerusuhan.
“Alhamdulillah, bisa mencermati baik di media sosial maupun dilingkungan sehari-hari masyarakat tulungagung menolak adanya kerusuhan, menolak adanya perusakan, masyarakat menghendaki Tulungagung tetap tertib. Kami sudah melakukan penebalan pasukan di sejumlah objek vital di Tulungagung, meningkatkan kegiatan patroli, kalau ada pihak-pihak yang nekat berbuat rusuh tentu akan kami tindak tegas” ujar Kapolres Tulungagung.
Selain apel bersama juga dibacakan ikrar kebangsaan, deklarasi tersebut juga mencantumkan komitmen bersama, diantaranya : menjaga kerukunan, menolak segala bentuk anarki serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ( Kamtibmas) di Tulungagung kemudian di tanda tangani oleh seluruh peserta.
Apel kebangsaan ini di harapkan menjadi momentum untuk memperkuat tali persaudaraan, menumbuhkan kesadaran bersama serta membangun komitmen seluruh elemen masyarakat Tulungagung dan menjaga keamanan, ketertiban dan persatuan bangsa.( Tohari)

