PRN Tulungagung | Sebanyak 61 siswa dan siswi di SMPN 1 Boyolangu Tulungagung mengalami keracunan dari program makan bergizi gratis. Ada yang mual mual, pusing dan muntah muntah. 4 diantaranya dilarikan ke rumah sakit sedangkan yang bergejala ringan dilarikan ke puskesmas boyolangu, senin (13/10/2025).
Program makan bergizi gratis sebenarnya sudah berjalan sejak akhir mei 2025 namun karena adanya pergantian penyaji SPPG baru, menurut nya ada perbedaan paking kemasan dan aroma. Kepala satgas percepatan program MBG Bagus Kuncoro mengatakan,”kita fokus pada penangganan siswa yang keracunan dulu, sedangkan evaluasi penyedia SPPG akan dikoordinasikan dengan badan gizi nasional.”
Kasus keracunan makan bergizi gratis di SMPN 1 boyolangu Tulungagung menarik perhatian dari komisi C DPRD Tulungagung. Agar menghentikan semetara SPPG hingga ada evaluasi dari jajaran terkait. Ketua komisi C DPRD Tulungagung Binti Lulukah menjelaskan ” agar Dinkes menindak lanjuti adanya siswa siswa yang keracunan. Perlu adanya koordinasi lintas sektor terkait MBG. Pembahasan koordinasi itu akan di laksanakan 21 oktober mendatang, guna membahas koordinasi dan monitoring program di masing masing wilayah.” Lebih lanjut Luluk menegaskan, “seluruh pihak perlu mawas atas kejadian ini. Komunikasi dan evaluasi harus digelar secara inten oleh seluruh jajaran terkait. Menurutnya fokus evaluasi sepatutnya di arahkan pada unit SPPG yang bermasalah baik dari segi teknis maupun non teknis.”
Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung Anna Septi Saputri mengatakan ” biaya perawatan siswa yang di rumah sakit akan di hitung total oleh Dinkes Tulungagung, dan akan diklaim kan ke program MBG.”

