PRN Ngawi | 26-5-2026. Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Kesehatan. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggelar Program Pelatihan PONEK (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif) yang berlangsung di Komdik RSUD Ngawi.
Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 22 perwakilan PONED dari masing-masing Puskesmas se-Kabupaten Ngawi. Pelatihan ini bertujuan memperkuat jejaring pelayanan kesehatan ibu dan bayi, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan obstetri dan neonatal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Heri Nurfahrudin, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu upaya penting dalam menekan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir di Kabupaten Ngawi.
Menurut Heri, sinergi antara rumah sakit dan puskesmas sangat dibutuhkan agar pelayanan kesehatan ibu hamil dan bayi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terintegrasi. Dengan adanya pelatihan jejaring ini, tenaga kesehatan diharapkan semakin siap dalam menangani kondisi darurat.
“Pelatihan jejaring PONEK dan PONED ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi ibu dan bayi,” ujar Heri Nurfahrudin.
Selain Kepala Dinas Kesehatan, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh PJ Direktur RSUD Ngawi Agus Priambodo, Dokter Sofy, serta para tenaga kesehatan dari 22 Puskesmas se-Kabupaten Ngawi.
PJ Direktur RSUD Ngawi Agus Priambodo mengatakan, rumah sakit memiliki peran penting sebagai pusat rujukan pelayanan kesehatan ibu dan anak. Karena itu, koordinasi dengan puskesmas harus terus diperkuat agar penanganan pasien dapat berjalan maksimal.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai sistem rujukan, penanganan kegawatdaruratan ibu melahirkan, serta penanganan bayi baru lahir yang membutuhkan pelayanan medis cepat dan tepat.
Melalui program pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan. Selain itu, kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu hamil dan bayi baru lahir di seluruh wilayah Kabupaten Ngawi juga diharapkan semakin meningkat. (Jat)

