PRN Jombang | Komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang meningkatkan kualitas penyelenggaraan bangunan gedung terus dikuatkan. Melalui Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR, Pemkab menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) “Mewujudkan MEP Gedung yang Andal dan Aman Sesuai Kaidah PBG dan SLF” selama dua hari, 4–5 Agustus 2026 di Ruang Bung Tomo Setda Jombang.
Kegiatan ini diikuti 60 tenaga ahli konsultan jasa konstruksi dari berbagai perusahaan konsultan di Kabupaten Jombang. Bimtek menyasar aspek Mekanikal, Elektrikal, dan Plumbing (MEP) yang kini menjadi komponen penting dalam proses penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Pembukaan dilakukan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Jombang Bambang Suntowo, S.E., M.Si mewakili Sekda.
Ia menegaskan kualitas pelayanan publik di bidang bangunan gedung sangat bergantung pada SDM yang paham regulasi dan menguasai aspek teknis.
“Layanan PBG dan SLF bukan sekadar proses administrasi perizinan. Ini instrumen penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjamin bangunan memenuhi standar keselamatan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, dan kemudahan,” ujarnya.
Bambang menyebut jumlah permohonan PBG dan SLF terus meningkat tiap tahun. Karena itu dibutuhkan tenaga ahli yang kompeten di bidang arsitektur, struktur, dan MEP.
“Dari evaluasi di lapangan, masih ada konsultan yang perlu meningkatkan pemahaman khususnya perencanaan sistem MEP. Bimtek ini diharapkan jadi sarana peningkatan kapasitas dan penyamaan persepsi terhadap regulasi terbaru,” jelasnya.
Pemkab juga mengapresiasi kolaborasi Dinas PUPR dengan Paguyuban Elektro Jawa Timur. Sinergi pemerintah, organisasi profesi, praktisi, dan industri dinilai penting mendorong kualitas penyelenggaraan bangunan.
Sekretaris Dinas PUPR Agung Setiaji, S.T., M.E. mewakili Kepala Dinas menjelaskan, kegiatan ini bagian dari Program Pengembangan Jasa Konstruksi yang berkelanjutan.
“Bimtek ini memastikan tenaga ahli memiliki kemampuan sesuai perkembangan regulasi dan standar teknis. Kompetensi yang baik akan menghasilkan dokumen perencanaan berkualitas, mempermudah pelayanan PBG dan SLF, serta mendukung terwujudnya bangunan yang andal, aman, dan layak fungsi,” jelas Agung.
Selama dua hari peserta mendapat materi dari unsur pemerintah, praktisi, akademisi, dan industri. Antara lain:
- Regulasi TABG dan SLF oleh Ir. Sjamsjul Anam, S.T., M.T.
- Konsep MEP Keseluruhan Bangunan Gedung oleh Ir. Eko Suryanto Wibisono, S.T., Ketua Paguyuban Elektro Jatim
- Sistem Mekanikal oleh Ir. Edy Irwanto, S.T. dan Haryo Setiawan, S.T.
- Elektrikal, Gambar Kerja, RKS, dan RAB oleh Ir. Eko Suryanto Wibisono, S.T. dan Ir. Edy Irwanto, S.T.
- Integrasi K3 oleh Ir. Achmad Syahid, S.T., M.T.
- Studi kasus dan uji kompetensi untuk menguji aplikasi di lapangan
Melalui bimtek ini, Dinas PUPR berharap lahir konsultan yang profesional dan adaptif terhadap regulasi. Tujuannya mempercepat proses pelayanan PBG dan SLF yang efektif, akuntabel, transparan, dan berkualitas.
“Perkembangan konstruksi harus diimbangi peningkatan SDM. Dinas PUPR akan terus melakukan pembinaan melalui pelatihan dan bimtek agar pelaku jasa konstruksi memberi pelayanan terbaik,” pungkas Agung.
Upaya ini menjadi bagian komitmen Pemkab Jombang menghadirkan bangunan gedung yang andal, aman, nyaman, berkelanjutan, dan memberi perlindungan optimal bagi masyarakat. (ber)

