By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Wamenaker Minta Daerah Fokus Kembangkan Kompetensi Green Jobs
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Wamenaker Minta Daerah Fokus Kembangkan Kompetensi Green Jobs
JAMBI

Wamenaker Minta Daerah Fokus Kembangkan Kompetensi Green Jobs

Redaksi
Last updated: 11 Agustus 2026 9:25 am
Redaksi
Published: 11 Agustus 2026
Share
SHARE

PRN Tanjung Jabung Barat | Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor meminta pemerintah daerah mulai menyiapkan sumber daya manusia untuk menghadapi pergeseran pasar kerja. Salah satu bidang yang perlu menjadi perhatian ialah pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs yang diperkirakan semakin berkembang seiring transformasi usaha dan penerapan prinsip keberlanjutan.

Menurut Afriansyah pergeseran aktivitas ekonomi turut melahirkan profesi baru dengan tuntutan keahlian yang berbeda. Kondisi itu perlu diantisipasi dengan pemetaan potensi usaha setempat agar pendidikan dan pelatihan dapat diarahkan pada bidang yang memiliki peluang penyerapan.

“Zaman sekarang sudah berbeda. Saya meminta daerah-daerah untuk fokus pada pekerjaan baru, yaitu green jobs,” ujar Afriansyah saat berkunjung ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Senin (10/8/2026).

Afriansyah menjelaskan kesiapan menghadapi dinamika pasar kerja tidak hanya ditujukan bagi lulusan baru. Pekerja yang telah berada di lingkungan profesional juga perlu mendapat kesempatan meningkatkan keahlian (upskilling) atau mempelajari kemampuan baru (reskilling) sesuai perkembangan profesinya.

Kemnaker, katanya siap membantu melalui satuan pelayanan pelatihan yang berada di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyusun pembelajaran yang selaras dengan karakter ekonomi lokal dan peluang pekerjaan yang tersedia.

Afriansyah menyebut penyusunan materi pelatihan juga perlu melibatkan perusahaan. Kesenjangan antara kemampuan lulusan dan kualifikasi yang ditetapkan pemberi kerja atau mismatch masih menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyerapan.

Karena itu, pemerintah setempat perlu mempertemukan pelaku usaha dengan lembaga pendidikan melalui skema link and match. Pola tersebut dapat diterapkan bersama SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat agar pembelajaran memiliki keterkaitan langsung dengan dunia profesional.

“Harapan kami seluruh perusahaan di daerah betul-betul bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga program link and match dengan SMA dan SMK sederajat dapat berjalan dengan baik,” kata Afriansyah.

Keterlibatan perusahaan, lanjutnya diperlukan agar peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis. Mereka juga perlu mengenal standar pekerjaan, budaya profesional, serta keterampilan praktis yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari.

Upaya menyiapkan sumber daya manusia juga berkaitan dengan investasi. Kehadiran penanam modal dapat memberikan peluang ekonomi baru, tetapi manfaatnya akan lebih besar apabila tersedia calon pekerja dengan keahlian yang sesuai bidang usaha yang berkembang.

Untuk itu, pemetaan sektor ekonomi perlu dilakukan sejak awal. Hasil pemetaan dapat menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan jenis pelatihan yang relevan, termasuk untuk menghadapi kebutuhan profesi yang muncul akibat otomatisasi, teknologi, dan penerapan praktik ramah lingkungan.

“Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Selain pekerjaan konvensional, daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan industri,” tutur Afriansyah.

(Biro Humas Kemnaker)

You Might Also Like

Wamenaker Ajak Generasi Muda Optimalkan Potensi Digital di Sektor UMKM
Kemnaker Ajak Generasi Muda Manfaatkan AI untuk Tingkatkan Produktivitas
TAGGED:JambiTanjung Jabung BaratWamenaker Minta Daerah Fokus Kembangkan Kompetensi Green Jobs
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
Jatim Fest 2026 Digelar, KAI Daop 8 Surabaya Hadirkan Promo Tiket Kereta hingga 30 Persen
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?