PRN Jombang | RSUD Kabupaten Jombang semakin mengokohkan posisinya sebagai pusat rujukan penanganan medis tingkat lanjut di wilayah Jawa Timur. Terobosan terbaru yang dibanggakan adalah ketersediaan empat spesialisasi kedokteran gigi yang relatif jarang dimiliki rumah sakit daerah, meluruskan pandangan masyarakat yang selama ini menganggap pelayanan kesehatan gigi di fasilitas pemerintah hanya sebatas tindakan dasar seperti cabut dan tambal gigi saja.
Empat bidang spesialisasi yang kini beroperasi penuh di RSUD Jombang meliputi:
✅ Periodonsia – penanganan penyakit jaringan penyangga gigi dan gusi
✅ Endodonsia – perawatan saraf gigi serta saluran akar gigi
✅ Ortodonsia – penataan dan perbaikan susunan gigi yang tidak teratur
✅ Bedah Mulut – tindakan operasi di rongga mulut dan sekitarnya
Hal ini disampaikan secara resmi oleh Direktur RSUD Jombang, dr. Pudji Umbaran, saat membuka kegiatan bertajuk Seminar Pembaruan Pelayanan Kedokteran Gigi, yang berlangsung di Ruang KH Wahab Chasbulloh, Lantai 4 gedung utama RSUD Jombang, Rabu (29/7/2026).
“Selama ini banyak yang beranggapan pelayanan gigi di rumah sakit daerah hanya untuk kebutuhan sederhana. Padahal saat ini RSUD Jombang telah mampu memberikan penanganan yang mendalam, akurat, dan sesuai standar nasional untuk empat bidang keahlian tersebut,” ujar dr. Pudji.
Pemenuhan tenaga dokter spesialis serta kelengkapan peralatan medis modern telah disiapkan secara bertahap namun menyeluruh sejak awal tahun lalu. Langkah ini merupakan jawaban nyata atas meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan gigi yang lebih kompleks dan berkualitas tinggi tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota besar.
Agar fasilitas unggulan ini dapat dinikmati secara maksimal oleh seluruh lapisan masyarakat, pihak rumah sakit secara aktif mengadakan sosialisasi dan pembinaan ilmiah bersama para dokter gigi di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (Puskesmas, klinik, dan praktik swasta) se-Kabupaten Jombang.
“Kami ingin meluruskan pemahaman bersama: pelayanan gigi di RSUD Jombang bukan lagi sekadar cabut atau tambal gigi. Sudah tersedia penanganan spesifik yang komprehensif. Namun demikian, sistem pelayanan tetap berjalan melalui jalur rujukan yang teratur,” tegasnya.
Dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional, pelayanan dasar harus diselesaikan di tingkat pertama. Dokter gigi di Puskesmas maupun klinik perlu memahami batas kemampuan penanganan masing-masing serta mengetahui kapan suatu kasus harus segera dirujuk ke RSUD Jombang sebagai pusat yang lebih lengkap.
“Peserta seminar ini adalah para dokter gigi yang bertugas di garis depan pelayanan kesehatan warga Jombang. Mereka harus paham kapan suatu keluhan tidak bisa lagi ditangani di tingkat dasar dan perlu dirujuk ke sini melalui prosedur resmi BPJS Kesehatan. Jika pasien datang langsung tanpa surat rujukan sesuai ketentuan, maka pelayanan tidak dapat ditanggung oleh jaminan kesehatan,” jelas dr. Pudji.
Materi dalam kegiatan ilmiah ini disampaikan langsung oleh keempat dokter spesialis yang bertugas di lingkungan RSUD Jombang. Hal ini sekaligus menunjukkan keunggulan yang tidak dimiliki semua rumah sakit daerah lain: memiliki keempat spesialisasi tersebut sekaligus dalam satu tempat.
Dengan kelengkapan ini, RSUD Jombang membuktikan komitmennya menghadirkan pelayanan kesehatan setara dengan rumah sakit besar di kota besar, agar masyarakat Jombang dan sekitarnya dapat memperoleh penanganan terbaik tanpa biaya berlebih maupun kesulitan akses. (ber).

