PRN SUMENEP, – Pemkab Sumenep menggelar Pentas Hari Anak nasional dan Halal Bihalal Keluarga Besar PK-PLK sejawa Timur, di Gedung Adipoday, Sumenep, ujung timur pulau garam, Madura, Jawa Timur, sabtu 04/08/2018.
Pendidikan Khusus-pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) para guru nya adalah guru mulia, karena para guru tersebut memiliki kesabaran dan keikhlasan dalam mengajar kepada anak berkebutuhan khusus (ABK),
Pemkab Sumenep memiliki 4 sekolah Luar biasa (SLB), Namun para guru pendidikan khusus – pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK), adalah sebagai tenaga pendidik yang sangat luar biasa jasanya didalam dunia pendidikan, karena bisa mendidik dan meramu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) bisa menjadi siswa yang mandiri dan terampil, menjadi generasi anak bangsa yang bisa dibanggakan dan nantinya akan menunjang kemajuan perekonomian bangsa dan negara. Terutama di pemerintahan daerahnya.
“Para guru PK-PLK harus bekerja sama, koordinasi dan bersinergi untuk mencapai potensi spiritual, sosial dan intelektual anak didiknya, ” tutur kabid pengembangan pendidikan khusus pendidikan layanan khusus (PK-PLK) Jawa Timur Ninik Astutik Dewan tari. Dalam sambutan halal Bihalal di Gedung Adipoday Sumenep, 04/08/2018.
Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si, juga memperkenalkan objek wisata di Sumenep kepada ribuan peserta Pentas Hari Anak Nasional (HAN) dan Halal Bihalal Keluarga Besar Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Bupati menyampaikan, Kabupaten Sumenep yang berusia 748 tahun memiliki kekayaan wisata luar biasa, yang tidak kalah dengan wisata lainnya di Nusantara baik itu wisata alam, sejarah dan kuliner yang ada di daerah Sumenep .
Karena itu, peserta HAN dan PK-PLK agar memanfaatkan kujungannya di Sumenep untuk menikmati sejumlah wisata, diantaranya, Pulau Oksigen Gili Iyang Kecamatan Dungkek sebagai wisata kesehatan, pantai Lombang yang dipagari dengan pohon cemara, pantai sembilan, pantai slopeng, dan kota Kalianget dengan bangunan peninggalan penjajahan Belanda, keraton Sumenep dan musium peninggalan jaman kerajaan Sumenep, dan masih banyak yang lain nya .
“Semoga saja para peserta HAN dan PK-PLK Jawa Timur memiliki kenangan indah ketika berada di Sumenep, semoga berkenan datang kembali ke Kabupaten di ujung timur pulau Madura ini di lain waktu.” tuturnya . (erfandi).

