close
KABAR JATIM

KALIANGET MERUPAKAN KOTA MODERN PERTAMA DI MASA PENJAJAHAN VOC

PRN SUMENEP | Kota Tua Kalianget merupakan kota yang memiliki sejarah di masa penjajahan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) dulu kala dan sebagai salah satu kota modern pertama di Pulau Madura, Jawa Timur, Kalianget memiliki pelabuhan penyeberangan terbesar di Madura sebagai tempat transportasi laut antar Kalianget dengan kepulauan Sumenep dan Jangkar, yang letaknya di ujung timur kota keris Sumenep, Madura, Jawa Timur. Selasa 15/09/2020.

Sejarah Kota Tua Kalianget, ini di bangun Pada masa VOC dan diteruskan oleh pemerintahan Hindia Belanda. Kalianget di kembangkan menjadi kota dikarenakan letaknya yang sangat strategis dan merupakan bandar pelabuhan tersibuk di selat Madura, yang menjadi incaran utama bagi penjajah terdahulu. Pelabuhan pertama dan tertua di Sumenep adalah pelabuhan Kertasada, lataknya sekitar 10 km dari pusat kota Sumenep.

Menurut keterangan Tadjul Arifien R (Ketua Tim Ahli Cagar Budaya) menjelaskan bahwa, Ketika Sumenep jatuh ke tangan VOC pada tahun 1705, VOC mulai membangun sebuah benteng yang terletak di Kalianget barat, namun dikarenakan posisinya yang kurang strategis dan berbatasan langsung dengan laut selat Madura, Benteng tersebut urung dibangun, maka oleh masyarakat sekitar daerah tersebut dikenal dengan nama “Loji Kantang”. Ucapnya.

Akhirnya pada tahun 1785 pihak VOC pun membangun Benteng di daerah Kalimo’ok, dikarenakan lokasinya yang cenderung tinggi dari lingkungan sekitar sebagai pertahanan dan perlindungan dari penyerangan lawan. bangunan tersebut memiliki nilai sejarah sehingga dijadikan salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi oleh BP3 Trowulan Jawa Timur.

Seiring dengan dibangunnya benteng tersebut, pemukiman-pemukiman orang Eropa mulai menyebar di daerah Marengan dan Pabean, terlihat pada model arsitektural bangunannya yang cenderung terpengaruh kebudayaan indisch. Kebudayaan Indisch di Indonesia berkembang pada abad 17-18 yang sampai saat masih ada.

Berjalannya waktu Pemerintah Hindia Belanda mengambil alih kekuasaan dari kongsi dagang VOC tersebut dalam berbagai hal termasuk juga dalam pengelolaan lahan Pegaraman yang ada di Sumenep. Pada tahun 1899 guna untuk memperkuat posisi ekonomi dan politik pemerintah Hindia Belanda membangun Pabrik Garam Briket Modern pertama di Indonesia yang berada di Kalianget, Sumenep, ujung timur pulau garam Madura, Jawa Timur.

“Disinilah berbagai fasilitas pendukung industri tersebut dibangun, tak hanya bangunan pabrik, fasilitas Listrik yang terpusat di Gedung Sentral, Lapangan Tenis, Kolam renang, Bioskop, Taman Kota, hingga pemukiman bagi pegawai dan karyawan mulai tersebar di kawasan Kalianget. hal ini sebagai bukti bahwa pemerintah Hindia Belanda kala itu dengan kuatnya memonopoli hasil garam yang ada di Madura”. Papar Tadjul Arifien. (Erfandi).

Tags : Kota ModernSumenep

Leave a Response

*