PRN Sumenep – Untuk melestarikan Bahasa dan budaya madura pemkab sumenep melaluli dinas pendidikan kabupaten sumenep menggelar pembinaan Guru bahasa madura di hotel utami, kabupaten sumenep ujung timur pulau garam madura jawa timur, tgl.24-25 september 2018.
Pembinaan guru bahasa daerah yang di selenggarakan oleh dinas pendidikan kabupaten sumenep selama 2 hari yang melibatkan kepala sekolah SMP Negri dan KKKS Kecamatan sekabupaten sumenep.
Peserta yang mengikuti pelatihan/pembinaan guru bahas madura berjumlah 70 orang,yang terdiri dari 43 SMP Negeri dan 27 ketua KKKS kecamatan, yang bertujuan Untuk pendidikan wajib berbahasa madura serta menggunakan budaya madura dalam setiap kegiatan disekolah.
Dalam kegiatan ini Dinas pendidikan kabupaten sumenep menghadirkan 3 orang ahli di bidang budaya dan bahasa madura yaitu:
1.Tajul arifin,
2. H.Sunaryo, BS,
3. Moh.Taufik, S.Pd.
Dihari pertam dinas pendidikan kab.sumenep Focus Grup Discussion dengan Tema bahasan:
1. Pembahasan 5 hari akademik dan 1 hari non akademik,
2. Problematikan PR disekolah negeri,
3. Perlunya sekolah binaan dari SDN ke SMPN,
4. Kebijakan kelas khusus siswa dan siswi,
5. Perlunya training center untuk akademik dan non akademik,
Dihari ke 2 melakukan pembahasan dengan Gerakan Kabupaten Literasi satu kelas pada semua sekolah sekabupaten sumenep,
” Utuk tetap melestarikan budaya dan bahasa madura di kalangan generasi muda sekarang Yang sudah hampir hilang ,karena perkembangan jaman dan budaya asing yang masuk, kita mulai sekarang harus mewajibkan Di semua sekolah dikabupaten sumenep kepada anak didiknya menggunakan bahasa madura Di setiap melakukan kegiatan.” harapan kadis pendidikan sumenep Drs,H.A.Shadik,M,SI.
” Dengan bisa berbahasa madura yang baik bisa membentuk krakter sifat murid kepada yang lebih tua nantinya,” Tutur Drs,H.Shidik,M,Si kepada awak media pena rakyat. (erfandi).

