PRN SIDOARJO| Peduli warga binaan, Serma Edi, Babinsa Koramil 0816/05, bidik limbah sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomis di desa Kebaron, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Limbah sabut dijadikan bahan bakar, bahan kerajinan, pupuk organik hingga dimanfaatkan menjadi cocofiber dan cocopeat. Jumat (4/6/2021).
Serma Edi, Babinsa desa Kebaron, Tulangan, Sidoarjo, peduli terhadap lingkungan binaannya. Melalui Komsos, salah satu yang menjadi perhatian adalah pengelolaan sabut kelapa milik bapak Sunyoto.
Seperti diketahui pohon kelapa merupakan jenis pohon yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Mulai dari buah, batang hingga daunnya. Dimata Serma Edi, limbah sabut kelapa dapat disulap menjadi sumber penghasilan tambahan warga.
Menurut Seram Edi, Sabut kelapa merupakan limbah pengolahan kelapa yang paling tinggi persentasenya. Lebih lanjut disampaikan bahwa saat ini sabut kelapa dapat diolah menjadi cocofiber dan cocopeat. Cocofiber merupakan serat sabut kelapa yang panjang dan kuat yang dimanfaatkan untuk produksi jok mobil, keset, dsb, sedangkan cocopeat adalah sisa serat pendek dan debu yang digunakan sebagai media tanam.
“Selain itu dari beberapa hasil penelitian sebelumnya diketahui sabut kelapa memiliki potensi untuk dijadikan pupuk organik,” tambah Edi.
Masih dalam keterangan Edi, sabut ini lebih hits dan rapi dibanding mulsa media tanam yg lain, karena Tanaman kesayangan jadi lebih rapi dan bersih, Meredam cipratan media tanam saat penyiraman, Menambah nutrisi tanaman karena mengandung 18% kalium (pengganti pupuk KCL), Serat Masih original Natural tanpa bahan kimia apapun.
Lanjutnya, untuk wilayah Kelurahan Kebaron ini hampir mayoritas masyarakatnya selain bertani dan berkebun, bahwa hampir di setiap jalan desa banyak yang berjualan Es Degan/kelapa.
“untuk bahan baku serabut kelapa itu pun tidak kesusahan karena di stok dari wilayah setempat banyak, tinggal diberdayakan sehingga bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar,” pungkas Babinsa Serma Edi.
(Red/Komsos)

