PRN MAGETAN – Kaki Lawu menyimpan sejuta potensi. Tanah subur berhawa sejuk menjadi anugrah bagi masyarakat setempat.
Berbagai upaya pun dilakukan untuk mengangkat potensi tersebut seperti di desa Singolangu yang warganya melirik peternakan sapi perah untuk dikembangkan.
Sapi perah dianggap memiliki nilai ekonomis dan prospek bisnis tinggi, serta kebutuhan akan susu kian hari kian meningkat. Vegetasi dan iklim daerah tersebut sangat ideal untuk peternakan sapi perah. Dan produksi susu sapi warga setempat tersebut memiliki kualitas baik.
Sektor itulah yang diharapkan bisa dikembangkan secara maksimal untuk mengangkat perekonomian masyarakat .
Untuk menggali potensi tersebut Pemkab Magetan melalui Dinas Petenakan dan Perikanan menggelar acara Ngopi Susu Bareng Bupati pada hari Selasa, 27/11/2018 di desa Singolangu.
Pada acara tersebut Bupati bersama OPD terkait, tim ahli peternakan dari univertas Brawijaya, dan para peternak sapi perah duduk bersama “urun rembug” untuk menginventarisasi berbagai permasalahan serta mencari solusi terbaik.
Bupati Suprawoto berharap produksi susu sapi di Singolangu bisa dioptimalkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. Ke depan diharapkan Magetan bisa memiliki sentra pengolahan sapi sendiri sehingga produk yang keluar Magetan adalah produk siap untuk proses lanjutan.
Hal tersebut juga bisa menyerap tenaga kerja dari tenaga lokal.
Selain itu perlunya penganekaragan produk olahan susu. Tidak hanya susu murni saja namun bisa diolah menjadi berbagai produk olahan seperti yoghurt, tahun susu, permen, krupuk stik susu, dsb.
Lokasi sentra produk yang relatif dekat dengan objek wisata Telaga Sarangan menjadi keuntungan sendiri untuk pemasaran produk. Diharapkan ke depan susu sapi Singolangu menjadi salah satu ikon kabupaten Magetan (Humasprotokol)

