PRN SUMENEP, Kamis 14/11/2019, PT. Sumekar adalah sebuah Badan Usaha Milik Darah (BUMD) Sumenep yang mengelola Transportasi Laut kepulauan dan daratan di kabupaten Sumenep, yang mana dua direktur PT Sumekar tersebut diduga dari Partai Politik (PKB), Achmad Zainal Arifin (Direktur Pelaksana) yang dulu pernah tercatat sebagai caleg DPRD jatim dapil Madura Nomer Urut 10 dari PKB, sementara Mohammad Syafi’i (Direktur Utama) juga merupakan mantan ketua PAC PKB kecamatan Arjasa.
Sebelumnya dua orang partai tersebut telah menjadi perbincangan di media Sosial, di waktu dilantik sebagai Direktur Utama dan Direktur Pelaksana PT. Sumekar, karena semuanya adalah orang dari Partai PKB, Selasa (15/1/2019). yang diduga dipaksakan untuk Politik.
Kini atas dugaan penyimpangan yang di lakukan oleh Achmad Zainal Arifin (Direktur Pelaksana) oknum PT. Sumekar Seperti Pengelembungan Anggaran ratusan juta (Mark Up) untuk Biaya docking kapal DBS III dan pengecetan kapal di atas garis air, hal tersebut sudah pernah dilaporkan oleh media Rajawali kepada kejaksaan negeri Sumenep, tapi sampai sekarang senyap tanpa kabar.
Rabu,16/10/2019, kasus dugaan pencurian BBM bersubsidi sebanyak 6 ton Di Kapal KMP Dharma Bahri Sumekar III, salah satunya dilakukan dengan menadahkan Mobil minyak. Hal itu terungkap Operasi Rutin Dari SPI PT Sumekar, dan sudah di beritakan di media online Team V Pemburu Fakta Rajawali, dan sampai saat ini juga senyap tanpa kabar.
Atas informasi temuan tersebut awak media PRN Sumenep sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada Mohammad Syafi’i (Direktur Utama) melalui WA seluler tidak ada respon baik sedangkan kiriman chat WA sudah terbaca.
Sedangkan Achmad Zainal Arifin (Direktur Pelaksana) yang diduga telah Melakukan Mark Up tersebut, dikonfirmasi selalu menghindar dari awak media PRN Sumenep. Sampai berita ini tayang, dan menurut informasi yang berhembus Zainal akan maju untuk mencalonkan diri di pilkada Sumenep mendatang.
Atas semua dugaan yang terjadi di PT SUMEKAR, Diminta kepada A. Busryo Karim bertidak tegas terhadap orang orang tidak bertanggung jawab yang diduga sudah menggrogoti uang, yang nantinya pasti akan menghancurkan PT Sumekar yang berstatus BUMD, hanya demi kepentingan pribadinya. (Erfandi)

