PRN SIDOARJO – Pengembangan Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK yang menyeret Bupati Sidoarjo Saiful Ilah sudah mulai merambah ke 6 orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Dari ke 6 yang sudah ditetapkan sebagai tersangka antara lain Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PU BM dan SDA), Sunarti Setyaningsih (Naning), PPKom PU BM dan SDA, Judi Tetrahastoto, Kepala ULP, Sanadjihitu Sangadji serta dua rekanan. Yakni Ibnu Gofur dan Totok Sumedi, Jum’at (10/1/2020).
Data tim KPK, lamam penggeledahan badan terhadap Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Dinas PU BMSDA, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman, serta di Pendopo Delta Wibawa, dan sejumlah ruang lain yang berkaitan dengan data perkara yang kini ditangani tim penyidik anti rasuah itu.
Pemeriksaan yang diperkirakan kurang lebih 5 jam tim KPK berhasil mengamankan sejumlah proyek di dinas itu yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Selain itu, para penyidik ini membawa 2 koper besar, 2 kardus bekas air mineral dan 1 boks plastik. Diduga isinya merupaka data-data yang berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yang kini ditangani KPK.
Saat penggeledahan di Dinas PU BMSDA misalnya, pintu masuk bagian depan dijaga ketat seorang penyidik beserta sejumlah anggota Polresta Sidoarjo menggunakan senjata berlaras panjang. Bahkan saat sejumlah pegawai Dinas PU BMSDA yang keluar masuk gedung wajib diperiksa lebih dulu oleh tim penyidik KPK.
” Selama proses penggeledahan, semua pegawai dilarang masuk. Kalu ingin masuk digeledah dulu,” ucap Samsul
Saat ditanya ruang apa saja yang digeledah, Samsul tak banyak bicara. Namun, informasinya sejumlah dokumen yang disita itu berasal dari ruang kerja Kepala Dinas PU BMSDA, Sunarti Setyaningsih dan Judi Tetrahastoto, Pejabat Pembuatan Komitmen (PPKom) Dinas PU BMSDA.
Saat ditanya dirinya membawa berkas yang diamankan petugas KPK untuk dimasukkan dalam mobil Toyota Innova itu, Samsul juga mengaku tak tahu menahu isi dari kardus bekas air mineral itu berisi data soal apa saja.
Sementara itu, salah satu penyidik KPK yang ikut penggeledahan, Kompol Ayub Diponegoro Azhar mengaku jika hingga memasuki waktu Sholat Jum’at penggeledahan belum selesai. (Nt/Irf)

