PRN MADIUN | Rapat Paripurna dengan materi Laporan Keterrangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Madiun tahun 2019 terus berlanjut Selasa 7/4/2020 di diruang sidang gedung DPRD Kota Madiun rapat paripurna dengan agenda penyampaian rekomendasi DPRD berlangsung dengan cara tidak seperti biasa melalui vidio conference.
Sementara itu Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputro mengatakan dewan sempat menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Madiun di tahun 2019 yang belum maksimal kemungkinan karena tahun 2019 merupakan tahun politik dimana ada masa transisi pemerintahan yang lama ke yang baru sehingga ada jeda waktu sehingga sejumlah kegiatan tidak dapat dilaksanakan.
Andi berharap tahun 2020 ini Pendapatan Asli Daerah Kota Madiun tidak anjlok seiring dengan adanya pandemi virus corona disamping itu ada sejumlah kegiatan yang harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Kota Madiun,diantaranya peningkatan kualitas pekerjaan disemua OPD ini karena tidak tercapainya target Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan. Kemudian juga masalah penyerapan anggaran harus disesuaikan dengan perencanaan. Apalagi di tahun 2020 ini yang jelas ada banyak penurunan dari semua sektor termasuk pajak retribusi yang menjadi indikator terkuat kita di Pendapatan Asli Daerah Kota Madiun, jelas Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya.
Walikota Madiun Maidi mengungkapkan bahwa pihaknya mengapresiasi rekomendasi yang telah disampaikan oleh perwakilan fraksi fraksi, salah satu hal yang menjadi perhatian DPRD adalah defisit Pendapatan Asli Daerah khususnya dana perimbangan dari pemerintah pusat, kedepan pemerintah kota akan mengevaluasi dan berupaya memperbaiki hal tersebut bahkan studi banding ke daerah lainya jika perlu.
Karenanya ia tidak mempermasalahkan kritikan yang disampaikan DPRD menurutnya masukan sekaligus rekomendasi tersebut dinilai dapat menjadi penyemangat pemkot untuk memaksimalkan kinerja. Seperti diketahui realisasi pendapatan daerah Kota Madiun tahun 2019 sebesar Rp1,094 triliun dari anggaran Rp1,100 triliun dengan persentase capaian 99,5 persen, kemudian dana perimbangan dari anggaran Rp733 milyar terealisasi Rp.681 milyar atau 93 persen sedangkan dari sisi belanja daerah dari anggaran Rp1,3 triliun terealisasi Rp1,14 triliun atau 83,4persen.
Untuk itu berharap seluruh pihak dapat membantu meningkatkan kinerja sehingga capaian Pendapatan Asli Daerah maupun serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di Kota Madiun semakin meningkat,ungkap Walikota Madiun Maidi. (ADV/TONI).

