By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
Notification Show More
Font ResizerAa
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Reading: Pro Kontra Larung Sesaji di Brantas, Sebagian Orang Anggap Syirik
Share
Font ResizerAa
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
Search
  • POLITIK
  • LAWAN KORUPSI
  • HUKUM
  • KRIMINAL
  • KABAR JATIM
  • NUSANTARA
  • OPINI
  • MENU LAINNYA
    • METRO JABODETABEK
    • KABAR POLISI
    • BISNIS
    • HIBURAN
    • OLAHRAGA
    • MATA LELAKI
    • SELEB
Follow US
Beranda » Blog » Pro Kontra Larung Sesaji di Brantas, Sebagian Orang Anggap Syirik
HIBURAN, SENI & BUDAYA

Pro Kontra Larung Sesaji di Brantas, Sebagian Orang Anggap Syirik

Redaksi
Last updated: 26 April 2020 1:14 pm
Redaksi
Published: 26 April 2020
Share
SHARE

PRN MOJOKERTO | Segala upaya dilakukan untuk meredam pagebluk covid-19 dari mengikuti himbauan pemerintah dengan jaga jarak, tidak keluar rumah, penyemprotan dan lain-lain sampai upaya pusat lembaga budaya Surakarta mengadakan ritual larung sesaji di taman Brantas Indah kabupaten Mojokerto, dengan tujuan yang sama agar pandemic corona segera sirna dari muka bumi nuswantoro.

Namun disisi lain terdapat pendapat yang berbeda, seperti yang ramai pro kontra di mensos bahwa yang yang berpendapat bahwa pagelaran larung sesaji di taman Brantas Mojokerto adalah perbuatan syirik dan berakibat mendatangkan petaka.

Menanggapi hal ini Ki Purbo Diningrat selaku Pembina dari Pusat lembaga Budaya Surakarta Koordinator Wilayah Jawa Timur dan Bali menampik tuduhan larung sesaji malah mendatangkan bencana baru dan syirik.

Ki Purbo Diningrat mengatakan apabila dalam acara ritual sesaji untuk menetralisir wabah covid-19 sesuai adat dan budaya ada yang tidak berkenan dalam hati, kami memohon maaf sebesar-besarnya.

“Tentang kesyirikan, syirik itu dari hati manusia itu sendiri. Sebenarnya syirik itu rangkaian dari dengki dan kedzaliman manusia. Kami selaku pelestari adat dan budaya nusantara menekankan rasa welas asih untuk menjaga ketentraman alam jagat raya seisinya. Larung sesaji adalah adat dan bukan agama. Suatu doa ataupun suatu ritual untuk ketentraman adalah hak dan kewajiban manusia yang berbudi luhur. Secara adat dan budaya sesaji larungan yang ditujukan pada alam yang telah memberi penghidupan pada kita wajib kita syukuri. Indonesia itu berdasarkan pancasila, artinya kita diperkenankan memohon kepada yang maha kuasa lewat keyakinan dan ajaran masing-masing. Agamamu agamamu, agamaku agamaku,” jelas Ki Purbo, Minggu (26/4/2020).

Lebih lanjut, Ki Purbo Diningrat juga membahas tentang tuduhan ritual ini bakal mendatangkan bencana baru. Dilihatnya itu dari mana dan bersumber dari apa kalau kelompok adat dan budaya mendatangkan bencana baru. Kami selaku pelestari adat dan budaya nusantara bertujuan hanya 1 yaitu menjaga dan melestarikan adat dan budaya. Berkeyakinan kepada Tuhan yang maha kuasa untuk bersama sama secara ikhlas membersihkan bumi nusantara ini dari segala marabahaya dan kami pelaku adat bumi nusantara juga memohon kepada yang maha kuasa untuk bumi pertiwi terbebas dari bencana alam dan segala penyakit.

“Selama ini sudah banyak agama dan keyakinan mengadakan acara doa bersama pada yang maha kuasa untuk ketentraman jagat raya dan seisinya. Jadi disini tidak ada yang namanya syirik dan mendatangkan bencana baru dalam ritual larung sesaji yang kami lakukan kemarin Jumat. Apabila ada yang tidak berkenan dengan jawaban ini, saya selaku pembina dari pusat lembaga budaya Surakarta, Koordinator Wilayah Jawa timur dan Bali Ki Purbo Diningrat siap menerima serta memberikan suatu penjelasan kepada semuanya,” tutup Ki Purbo Diningrat.

Perlu diketahui, kegiatan larung sesaji ini di hadiri 5 pemuka agama dan mereka semua menyetujui kegiatan melestarikan adat yg bertujuan menolak bala pandemi corona. (ayak/red)

You Might Also Like

Polresta Mojokerto Berhasil Menguak Kasus Suami Jual Istri
Satgas TMMD Bersama Kartar Uji Coba Lapangan Bola Voli  
Diduga Dampak Dari Demo di PT PRIA Warga Sulit Minta Tanda Tangan Kepala Desa Lakardowo
Siap-Siap 2 Kakek Diduga Cabuli Gadis 15 tahun Masuk ‘Jeruji Besi’ Ini Perkembangan Kasusnya
Pasca Idulfitri 1447 H SGN Gelar Halal Bihalal Bersama Perani Tebu Rakyat di Probolinggo
TAGGED:Larung SesajiMojokerto
Share This Article
Facebook Email Print
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trend Terkini
KABAR JATIM

Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab

Redaksi
By Redaksi
2 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
Swakelola Rp1,1 Miliar, Perkim Jombang Benahi Trotoar dan Drainase di 6 Ruas Jalan Kota
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah

Kategori Berita

  • Politik
  • Lawan Korupsi
  • Hukum
  • Kriminal
  • Kabar JATIM
  • Nusantara
  • Opini
Menu Cepat
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik
  • Susunan Redaksi
  • Copyright
  • Disclaimer
SGN Dukung HUT ke-81 TNI, Salurkan 15 Ton Gula untuk Bakti Sosial dan 1,5 Ton untuk Pasar Murah
6 Oktober 2026
Di Hadapan 600 Wisudawan UNWAHA, Zulhas: Berani Itu Menentukan Masa Depan
5 Oktober 2026
Perkuat Ekosistem Tebu Rakyat, SGN dan ANPER Bangun Infrastruktur Jalan di Bantul
3 Oktober 2026
Sidak Sekolah Penerima Revitalisasi, Sekda Jombang Ingatkan Soal Tanggung Jawab
2 Oktober 2026
PENA RAKYAT NEWSPENA RAKYAT NEWS
© Penarakyatnews.id 2026. All Rights Reserved. Developed by Marga
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?