PRN SUMENEP | Operasi yang dilakukan Satpol PP di sebuah tempat penginapan (Homestay) yang berlokasi di Jl. KH.Mansyur Pandian, kota Sumenep, pada Selasa 21/07/2020, sekitar pukul 16.00 wib. Telah mengusik Team 16 Sumenep, diduga operasi tersebut ada beberapa keganjalan yang dilakukan oleh Satpol PP.
Karena menurut keterangan salah satu teman media, sebelum persoalan tersebut naik diberita, saudara Fajar S, bersama salah satu wartawan yang menaikkan berita sempat menemui oknum Kades di salah satu Rumah makan Amanis, Rabu 24/07. Sebab menurut keterangan salah satu tamu penghuni kamar, mengatakan tidak melihat satupun media saat itu yang meliput kegiatan operasi tersebut.
Keterangan Fajar S, Kabid Satpol PP Kabupaten Sumenep, bahwa razia yang dilakukan di salah satu tempat penginapan berdasarkan laporan telfon dari anggotanya, “ada anggota telepon, bahwa menurut laporan/aduan masyarakat melapor, ada yang membawa wanita-wanita muda ke tempat penginapan (Homestay), dia khawatir ada mesum”. Ucap Fajar dalam komunikasi seluler.

Foto Kejadian Operasi
Lanjut Fajar, “Sehingga saya langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), nyampai di TKP saya bingung, kamar yang di maksud dalam laporan tersebut, sehingga saya pamit kepada pemilik penginapan untuk melihat satu persatu kamar tamu yang menginap, saya takut masyarakat malah marah”. Tegas Fajar.
“Pertama saya masuk kamar ada pasangan suami istri bersama anaknya, lanjut kamar sebelah ada 2 orang laki-laki dari Madiun ternyata bukan yang dimaksud, kemudian setelah itu di kamar lainnya juga tidak ada, kemudian kamar di sebelah barat ada laki-laki duduk yang mengaku seorang Kepala Desa di kota Sumenep, yang menemui tamu dari Pamekasan dan ternyata ada 3 wanita muda di dalam kamar, yang rencananya mau acara nyanyi”. Imbuh Fajar.
Hal itu membuat tamu undangan media yang dari Madiun merasa terganggu dalam kenyamanan istirahatnya dan kaget atas kedatangan operasi Satpol-PP, dan yang aneh operasi tersebut tidak menunjukkan Surat Perintah (Sprint) kepada tamu penghuni kamar yang diperiksa.
“Saya baru tertidur sebentar dan kaget di ketuk oleh petugas Satpol PP, katanya operasi pandemi Covid-19, tapi tidak menunjukkan Sprint pada saya”. Ucap Redaksi Oposisi.
Sebelum operasi Satpol PP dilakukan, Team 16 Sumenep mengadakan pertemuan kolaborasi antar media Sumenep yang dihadiri tamu undangan dari beberapa media Ibu Kota Jakarta yang tergabung dalam Forum Wartawan Jakarta (FWJ), di tempat penginapan (Homestay).
Demi marwah Team 16 Sumenep kepada Tamu undangan media yang dari luar daerah, Supyadi SH, pengacara dari Team 16 menyikapi persoalan ini.
“Hal ini harus kita luruskan dan pihak Satpol PP harus bisa tegas memberikan pernyataan kepada media, bahwa tidak ada perbuatan mesum di Homestay, seperti tuduhan dalam pemberitaan di media tersebut”. Geram Supyadi SH, dalam komentarnya. Jumat 24/07/2020.
Karena sebab itu, Fajar selaku Pimpinan operasi Satpol PP tersebut, melalui telepon seluler menegaskan bahwa surat tugas tersebut dibuat sendiri, karena hanya sekedar melakukan klarifikasi atas aduan masyarakat. dan tidak ada perbuatan mesum di tempat penginapan Homestay.
“Surat tugas itu ada saya sendiri yang buat untuk anggota saya dan gak perlu surat tugas tersebut ditunjukkan, karena tidak ada perbuatan mesum dan saya hanya melakukan klarifikasi atas aduan masyarakat, dan juga saya tegaskan menurut penglihatan dan pandangan serta pengetahuan saya tidak terjadi perbuatan mesum”. Tegas Fajar S.
(Team 16/Erf).

