NTB, PRN.id – Dalam rapat besar APEKSI tahun ini yang digelar selasa malam, membahas beberapa hal antara lain rencana gelaran APEKSI ditingkat nasional yang rencananya akan dilaksanakan di Kota Batu Jawa Timur. Selain itu dilakukan pula pembentukan struktur pengurus dan sekretariat Komisariat wilayah IV, yang mana sebagai ketua ditunjuk Walikota Batu dan wakil ketua walikota Makasar.
Dari info yang diterima oleh awak media, penetapan tempat penyelenggaraan rakor ke 14 di Kota Batu merupakan salah satu hasil pembahasan bersama dari seluruh peserta rakor dan kesepakatan ini diambil dengan berbagai pertimbangan matang.
Disisi lain, acara puncak APEKSI tahun 2017 di Mataram NTB diakhiri dengan pawai budaya yang diikuti oleh seluruh peserta rakor. Tidak lepas pula kelompok sendratasik yang telah disiapkan oleh Disporabudpar Kota Mojokerto juga turut ambil bagian didalamnya.
Dalam kesempatan kali ini, kelompok seni Kota Mojokerto mengusung cerita bertajuk sumpah amukti palapa. Digarap oleh Anang sebagai sutradara, membawa 30 pemain tampil memukau ribuan penonton yang memadati sepanjang Kantor Gubernuran NTB.
Menurut Anang, lakon yang dibawakan kali ini menggambarkan kejayaan Majapahit. Dan jika berbicara prihal Majapahit tidak lagi dibatasi oleh otoritas daerah pemerintahan namun berbicara tentang Mojokerto secara keseluruhan.
“Kita bicara soal budaya dan Majapahit adalah budaya yang adiluhung yang tidak dikotak-kotak antara kabupaten ataupun Kota. Tapi Mojokerto,” kata Anang
Lanjut, kita bangga mengemban misi kebudayaan ini. Karena kita bisa menunjukkan jati diri kerifan lokal yang ada di Mojokerto kepada seluruh Indonesia. Selain itu kita bisa menampilkan tontontan yang baik dan diharapkam tontontan ini mampu menjadi tuntutan dan suri bisa tauladan bagi semuanya.
Pawai yang menempuh jarak kurang lebih 2 Km itu menjadi sorotan utama karena menampilkan berbagai macam kesenian dari puluhan peserta dari daerah yang termasuk dalam Komisariat wilayah IV.
Diujung garis finish tepat di depan Kantor gubernur NTB, kelompok sendratasik Kota Mojokerto mengakhiri perjalanan dengan mempertontonkan drama pendek sumpah amukti palapa dan diakhiri dengan penyeraham cinderamata kepada Walikota Mojokerto, dan oleh Walikota diserahkan langsung kepada Gubernur NTB. (ron)

